Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Ini Alasan Warga Hadang PMI Dikarantina di Hotel Dekat Wilayah Sengkidu
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Minimnya sosialisasi serta posisi hotel yang berada di dekat pemukiman disinyalir menjadi alasan warga Desa Sengkidu, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem menolak kedatangan 24 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang direncanakan akan menjalani karantina di salah satu hotel di wilayah tersebut pada Rabu (15/04/2020) malam.
[pilihan-redaksi]
Reaksi atas penolakan tersebut membuat puluhan warga turun melakukan penghadangan kendaraan yang membawa sekitar 24 orang PMI saat menuju ke hotel.
Perbekel Desa Sengkidu, I Wayan Darpi kepada awak media mengatakan, secara umum warga setempat belum bisa menerima kedatangan warga PMI untuk dikarantina di Hotel Rama.
Menurutnya, penolakan warga terjadi karena beberapa faktor seperti sosialisasi yang terlalu mendadak sehingga pemahaman masyrakat menjadi berbeda-beda.
Selain itu, posisi Hotel juga dekat sekali dengan pemukiman warga terlebih jumlah penduduk cukup padat di sekitar hotel sehingga warga khawatir covid-19 akan berdampak terhadap masyrakat.
"Masyrakat berharap agar jangan di hotel ini dikarantina, mereka berharap jika mencari tempat karantina paling tidak hotel yang jauh dari pemukiman, kalau tempat milik pemerintah juga diusahakan jauh dari pemukiman, sehingga masyrakat tidak merasa terbebani dengan covid-19," ujarnya.
Sebelumnya, Perbekel sendiri bersama tokoh masyrakat sudah berupaya maksimal memohon kepada masyarakat agar legowo dan ikhlas menerima warga PMI yang baru datang demi rasa kemanusiaan. Tentunya, warga yang pulang tersebut sudah melalui pemeriksaan, meskipun nantinya terdapat indikasi covid-19 sudah pasti pemerintah akan langsung bertindak dengan mengajak yang bersangkutan berobat sesui dengan SOP yang ada.
"Saya yakin yang datang ini adalah warga sehat, karena karantina 14 hari ini adalah standar WHO sehingga harus dijalani, pemerintah sudah berupaya mencari jalan terbaik tetapi fakta di lapangan seperti ini saya selaku kepala desa minta maaf atas kejadian ini semoga selanjutnya masyarakat bisa semakin terbuka menerima hal ini sehingga kedepan tidak ada lagi masyarakat yang merasa dikucilkan," tandasnya.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3811 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1757 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang