Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Cerita Pasien Sembuh dari Covid-19 (1): Terinfeksi Setelah Perjalanan ke Luar Negeri
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Saat ini pasien sembuh Covid-19 di Bali sudah menyentuh angka 75 orang, dan bukan tidak mungkin angkanya akan meningkat seiring dengan kedisplinan masyarakat untuk tetap di rumah dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menjaga jarak.
[pilihan-redaksi]
Banyak sekelumit pertanyaan bagaimana pasien yang divonis Covid-19 menjalani proses perawatan sehingga bisa menjadi sembuh sehingga ceritanya bisa menjadi inspirasi bagi pasien lainnya. Terutama bagi masyarakat umumnya, agar menyadari orang dengan terinfeksi virus corona ini seharusnya bukan distigmatisasi sebagai pembawa penyakit melainkan harus didukung untuk proses kesembuhannya.
Seperti yang dialami oleh pasien yang bernama Emalia Mawar atau akrab dipanggil Emalia yang beralamat di kawasan Kuta Selatan. Saat diwawancarai melalui pesan aplikasi pesan singkat ketika sedang menjalani proses isolasi selama 14 hari setelah dinyatakan sembuh, Emalia menjelaskan awal mula bagaimana ia terjangkit.
Pada tanggal 6 Maret 2020 lalu dirinya sedang mengadakan perjalanan suci ke Israel dan Jerussalem. Saat di tengah perjalanan tepatnya di Mesir tersiar kabar bahwa Israel mengalami Lockdown sehingga tour dialihkan ke Dubai. Baru sekembalinya tiba di Jakarta pada 16 Maret 2020 dan tanggal 18 sudah sampai di Bali.
"Awal mula kalau ditanya saya dapat terinfeksi virus corona saya jadi bingung. Saya balik tanggal 18 ke Bali memang badan saya sudah flu berat kadang badan panas minum paracetamol turun panasnya. Sampai pada hari Sabtu tanggal 28 saya sudah gak kuat karena bukan hanya demam tinggi aja saya sudah ada batuk dan setiap batuk saya sesak nafas," jelasnya, Senin (27/4/2020).
Setelah diperiksa test darah dan dirontgen torax di RS Sanglah, akhirnya hasilnya dinyatakan menderita pneumonia. Lantas, dokter pun meminta dirinya untuk diisolasi di rumah sehingga mengharuskan pisah kamar dan alat-alat makan dengan anggota keluarga lainnya. Kemudian setelah diisolasi di rumah, Emalia mendapat informasi dari salah satu teman untuk memakai obat antibiotik azithomycin. Obat itu pun diminum habis hingga 6 hari, namun badannya tetap lemas dan makin demam dan nafas makin sesak.
"Tanggal 2 April malam saya balik ke Sanglah dan saya minta diopname dan dites Swab dan setelah diswab 2 kali hasil pertama negatif dan hasil kedua saya Positif Covid-19," sebutnya.
Akhirnya, dirinya diopname di RS Sanglah tanggal 2 April 2020 jam 23.00 WITA. Selama di Sanglah, Emalia dites 6 kali swab yang dimana rentetan Swab 1 negatif, Swab 2 positif, Swab 3 negatif, Swab 4 positif, Swab ke-5 negatif.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3893 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2857 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2043 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1997 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1805 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun