Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 13 Oktober 2026
Pemkab Buleleng Ganti 12 Ton Beras yang Sebelumnya Dianggap Tidak Layak
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sebanyak 12 ton beras bantuan sembako untuk warga Desa Bondalem yang saat ini sedang menjalani karantina desa terkait penanganan Covid-19 diganti sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng. Saat ini beras dari Perum BULOG yang dinilai kurang layak untuk dikonsumsi oleh warga Desa Bondalem, sudah diganti dengan beras yang memiliki kualitas lebih baik dan layak untuk dikonsumsi.
[pilihan-redaksi]
Saat memberikan keterangan pers terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Buleleng melalui video conference dengan awak media pada Jumat (8/5), Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd mengungkapkan Pemkab Buleleng akan tetap mengupayakan untuk kesejahteraan masyarakatnya walaupun dalam situasi pandemi seperti saat ini.
Salah satunya yakni permintaan dari warga Desa Bondalem yang sedang menjalani karantina desa terkait dengan beberapa ton beras yang dinilai kurang layak untuk dikonsumsi sudah diganti. Ia menyadari bahwa beras dengan jumlah yang cukup banyak tentu beberapa diantaranya tidak menutup kemungkinan kualitasnya kurang baik.
“Selama 14 hari masa karantina desa, tidak ada pengurangan bantuan untuk warga yang terdampak, kami selalu berupaya untuk memenuhi apa yang dibutuhkan,” ujarnya.
Hal senada dikatakan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Buleleng, I Gede Sandhiyasa, S.Sos.,M.Si saat ditemui diruang kerjanya. Terkait dengan beras yang dinilai kurang layak dikonsumsi tersebut, pihaknya langsung melakukan pendekatan terhadap Perum BULOG. Alhasil sebanyak 12 ton tersebut sudah diganti sepenuhnya, dan langsung didistribusikan ke Desa Bondalem. Selain dilakukan pengecekan terhadap fisik beras, pihak Dinsos Buleleng juga melakukan pengecekan dengan cara dimasak langsung.
“Pagi tadi pihak kami bersama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng terjun langsung ke Gudang BULOG Tangguwisia Kecamatan Seririt untuk melakukan pengecekan kualitas beras, setelah dimasak menjadi nasi, dinyatakan layak untuk dikonsumsi sehingga langsung didistribusikan,” jelasnya.
Sementara itu, usai menerima penggantian beras sebanyak 12 ton tersebut, Perbekel Desa Bondalem Drs. Ec. Ngurah Sadu Adnyana mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pemkab Buleleng atas respon cepat yang dilakukan terkait dengan penggantian beras tersebut. Dalam kesempatan tersebut ia juga berkesempatan mencoba beras yang sudah dimasak menjadi nasi. Hasilnya beras yang kini dibagikan memang betul-betul memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
“Kami sudah melakukan pengemasan dan sudah dibagikan kepada salah satu dusun, dan pengemasan masih terus dilakukan untuk dibagikan kepada dusun lainnya yang mengembalikan beras. Kami harap mereka dapat menerima dengan baik dan dapat menjalankan karantina sesuai protokol kesehatan Covid-19,” pungkasnya.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4261 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1987 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1824 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1521 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1292 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan