Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Arena Tajen Tutup Saat Pandemi, Peternak Ayam Aduan Kelimpungan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kondisi pandemi Covid-19 mengharuskan para bebotoh tajen (sabung ayam) terpaksa gigit jari. Pasalnya arena sabung ayam di sejumlah tempat di wilayah Denpasar juga kabupaten lain di Bali, terpaksa ditutup.
[pilihan-redaksi]
Hal itu untuk mencegah semakin meluasnya virus ini. Mengingat hampir di seluruh lokasi arena tajen di berbagai wilayah di Bali selalu pesat didatangi bebotoh.
Dampaknya, sangat dirasakan oleh para bebotoh serta peternak ayam aduan. Mereka kelimpungan dalam hal memberikan pakan ayam. Lantaran untuk menjual ayam aduan juga susah.
"Kalaupun dijual murah, juga tidak ada yang membeli. Hanya bisa bertahan saja sampai kapan pandemi ini berakhir," ungkap salah seorang bebotoh tajen di Pedungan, Denpasar Selatan.
Informasi lain juga menyebutkan seorang peternak ayam aduan yang menjual ayam siap lepas di arena seharga rata-rata Rp.700 ribu hingga Rp.1,5 juta, kelimpungan soal memberi pakan.
Umumnya memberi pakan sentran khusus, beralih harus ditambah dedak. Bahkan ada yang terpaksa harus dicampur serutan papah gedebong pisang.
"Ayam super semua, dijual murah sayang. Kalaupun turun harga, siapa yang beli. Tajen tutup, mau diadu dimana? Sekarang kasi makan aja harus campur gedebong pisang, mau gimana lagi. Kalah diberi makan aja sekarang ini," keluh Pak Leong peternak ayam di Tabanan.
Untuk diketahui, beberapa tempat tajen yang umumnya marak buka dari sore hingga tengah malam di wilayah Denpasar, sejak pandemi corona langsung ditutup.
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5937 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4653 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2622 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2279 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan