Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
5 Warga banyuwangi Nekat ke Bali Gunakan Sampan Hindari Pemeriksaan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Dampak pengetatan orang masuk ke Bali di saat antisipasi penyebaran covid-19 di Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang mengakibatkan sejumlah gerombolan warga asal Banyuwangi yang hendak ke Bali nekat menggunakan jalur tikus.
[pilihan-redaksi]
Salah satu cara yang dilakukan dengan menyelundup lewat jalur tikus dengan menggunakan sampan/perahu yang memuat 5 atau 10 orang. Aksi nekat kelima orang warga itu terjadi hari Rabu (03/06/2020) siang. Sebanyak 5 orang pendatang yang menyelundup dari Belimbingsari, Banyuwangi menggunakan perahu menuju pesisir Pengambengan, Kecamatan Negara.
Dari pengakuan salah satu dari mereka, pergi ke Bali menggunakan perahu merupakan salah satu alternatif menghindari pemeriksaan ketat di Pelabuhan Gilimanuk. Apalagi sekarang rapid tes harus membayar dari Rp.300 ribu hingga Rp.500 ribu.
"Gimana saya harus membayar rapid tes pak, bekerja saja saya tidak. Satu satunya jalan ya harus nekat ke Bali untuk bekerja," Ungkapnya.
Sementara Kapolsek Kota Negara AKP Sugriwo ketika dikonfirmasi Rabu siang di kantor Desa Pengambengan membenarkan kelima pendatang tersebut diamankan ketika turun dari atas perahu. Saat diperiksa mereka tidak membawa berbagai persyaratan yang ditentukan dalam masa pandemi.
"Mereka tidak membawa suket rapid test. Dua orang tidak punya KTP. Mereka berusaha mengibuli petugas," kata Sugriwo.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 243 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 162 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 148 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun