Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 4 Oktober 2026
Banjar Ujung Kesiman Denpasar Jadi Percontohan PKM Preventif
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beragam upaya yang digencarkan Satgas Solidaritas dan Gotong Royong Covid-19 Lingkungan Banjar Ujung dengan bersinergi bersama Desa Adat dan Kelurahan berhasil mencegah adanya kasus Covid-19 di wilayahnya.
[pilihan-redaksi]
Terbukti, hingga saat ini wilayah Banjar Ujung Kesiman belum ditemukan kasus Covid-19. Demikian terungkap saat Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra melaksanakan peninjauan Pos Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Banjar Ujung Kesiman, Sabtu (6/6).
Dalam kesempatan tersebut Walikota Rai Mantra memberikan apresiasi kepada seluruh Satgas Covid-19 mulai tingkat kota, kecamatan, desa/lurah, satgas gotong royong desa adat, hingga satgas wilayah dusun, banjar atau lingkungan. Hal ini lantaran seluruh jajaran dari lapisan teratas hingga terbawah telah berusaha maksimal untuk mendukung percepatan penanganan dan pencegahan.
“Kami sangat mengepresiasi kegigihan dan semangat gotong royong masyarakat Kota Denpasar yang sudah bahu membahu mendukung percepatan penanganan dan pencegahan Covid-19 hingga tingkat terbawah,” jelasnya.
Lebih lanjut Rai Mantra berharap bahwa beragam upaya dan keberhasilan Satgas Covid-19 Lingkungan Banjar Ujung Kesiman ini dapat menjadi percontohan pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) Preventif Skala Lingkungan.
“PKM itu kan memiliki tiga klasifikasi berdasarkan urgensinya, yakni Preventif atau pencegahan, Promotif atau peningkatan dan Kuratif atau penyembuhan, sehingga nantinya setiap daerah melaksanakan PKM sesuai dengan urgensinya,” ujar Rai Mantra.
“Apa yang dilaksanakan oleh Satgas Covid-19 Banjar Ujung ini merupakan bentuk PKM Preventif yang patut menjadi percontohan partisipasi masyarakat dalam penanganan Covid-19. Sedangkan untuk PKM kuratif dapat meniru pola yang diterapkan di Desa Adat Intaran, Desa Sanur Kauh,” imbuh Rai Mantra.
Sementara, Kaling Banjar Ujung Kesiman, I Gusti Ari Rai Temaja didampingi Klian Adat, IB Made Suryadarma mengatakan bahwa beragam upaya terus dan akan dimaksimalkan untuk mendukung penanganan Covid-19 ini. Dimana, pola utamanya yakni dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat.
Pria yang akrab disapa Gung Nik ini menjelaskan bahwa sinergi terus dilaksanakan mulai dari kelurahan, desa adat, banjar adat, STT, hingga PKK. Dimana, segala bentuk kegiatan merupakan bantuan murni partisipasi masyarakat secara sukarela. Beragam bantuan sudah berhasil dikumpulkan, mulai dari donasi uang tunai, sembako, obat-obatan, vitamin, APD, disinfektan dan lainya, serta tenaga relawan.
Sedangkan program yang sudah dilaksanakan mulai dari sterilisasi wilayah, sosialisasi PHBS CTPS, wajib masker, ketahanan pangan perumahan, dan yang terpenting adalah pengecekan selektif penduduk non permanen dan penghuni kos yang dilaksanakan rutin.
“Dari Oleh Akan (Dapur DOA) kembalikan ke masyrakat yang mana kita harus mampu memberikan pemahaman yang pas pantas dan tepat setiap apa yang menjadi gerakan untuk selalu bekerja sama bergotong royong bersama mengatasi Pandemi Covid-19 ini, sehingga diperlukan adanya kesepakatan dari semua lapisan masyarakat bersama bersenergi untuk kesepahaman dan keserasian demi kelematan bersama, dan PKM merupakan suatu pedomam/ panduan mengarah untuk membiasakan suatu hal yang baru menuju new normal life,” ujar Gung Nik.
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1104 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 440 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 401 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 356 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 296 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung