Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Tes Masif dan Tes Massal Berbeda, Ini Penjelasan Achmad Yurianto
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menegaskan perbedaan antara tes masif dan tes massal yang diupayakan sebagai strategi untuk menekan peyebaran virus Covid-19 di Indonesia.
[pilihan-redaksi]
Hal itu disampaikan Yuri dalam konferensi pers terkait jumlah Covid-19 dari Graha BNPB, Jakarta pada Sabtu siang.
"Arahan Presiden kita harus melakukan pengetesan secara masif, ini yang harus kita bedakan, masif dengan massal," kata Yuri, Sabtu (20/6/2020) seperti dikutip dari Liputan6.com.
Masif menurut Yuri adalah tes yang dilakukan berdasar hasil tracing, sementara tes massal dilakukan kepada siapa saja.
"Masif artinya harus ada contact tracing, jadi semua kasus yang dicurigai kontak dekat dengan yang sudah dipastikan (positif Covid-19) harus dilakukan tes untuk mencari dan mengisolasi agar tidak menjadi sumber penularan di komunitasnya," jelas dia.
"Kalau massal kan siapa pun yang datang dites," tambah Yuri.
Selain itu, saat ini kata Yuri, meski telah dilakukan tracing dan akan dilakukan tes, masih ada warga yang enggan melakukan tes karena merasa tidak sakit. Padahal, 70 persen kasus positif Covid-19 adalah mereka yang memiliki keluhan atau gejala minimum.
"Hampir 70 persen kasus positif keluhannya minimal. Masyarakat kita anggap itu tidak sakit, ya cuma batuk tapi ringan, merka mengatakan itu tidak sakit, oke oke saja," ucapnya.
Hal itu yang harus dijelaskan pada masyarakat bahwa bisa saja gejala minimun namun positif corona. "Ini yang harus (dijelaskan) pada masyarakat," dia menandaskan.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2955 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2019 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun