Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
NTB Sasar Pasar Domestik untuk Pariwisata Normal Baru
BERITABALI.COM, NTB.
Banyaknya negara luar yang belum membuka penerbangannya karena pandemi Covid-19, berpengaruh terhadap kunjungan dan jumlah wisatawan mancanegara untuk datang berwisata ke Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Agar pariwisata di pulau yang dikenal indah ini dapat kembali normal, wisatawan domestik diharapkan dapat memenuhi obyek wisata yang ada di NTB.
[pilihan-redaksi]
Kepala Dinas Pariwisata NTB, H Lalu Mohammad Faozal mengatakan, saat ini NTB fokus untuk wisatawan domestik sebagai pangsa pasar kunjungan wisatawan. Mengingat banyak negara luar yang belum membuka penerbangannya.
"Kita tidak bicara mancanegara untuk saat ini. Untuk saat ini domestik adalah pasar yang akan kami coba," ungkap Faozal, saat rapat vicon bersama Wakil Gubernur NTB, Dr Hajah Sitti Rohmi Djalilah dan pengurus Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) atau Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia wilayah NTB, Rabu (24/6).
Faizol mengungkapkan, ada dua jalur masuk dari luar NTB disiapkan, dengan protokol kesehatan yang ketat. Yakni Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM-BIL), dan Pelabuhan Lembar. Selain itu kendaraan angkutan yang beroperasi juga diimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan pengawasan dari pemerintah. Untuk destinasi pertama yang dibuka yaitu Tiga Gili, Trawangan, Meno dan Gili Air. Dengan hanya ada satu pintu masuk.
"Tentunya pintu masuk tersebut dijaga dengan ketat oleh petugas gabungan. Yang akan memastikan wisatawan yang akan ke tiga gili dalam keadaan bebas dari Covid-19," ungkap Faozal lagi.
Adapun pintu masuk yang diijinkan yaitu melalui Bangsal. Keluar masuknya orang atau barang disiapkan tim untuk melakukan pengecekan Kesehatan wisatawan yang datang. Satu pos atau tim yang disiapkan terdiri atas petugas KKP, Imigrasi, Kesehatan dan lainnya. Disamping itu di masing-masing Gili juga disiapkan klinik untuk wisatawan yang membutuhkan layanan kesehatan.
Faozal juga menyampaikan kesiapan beberapa titik destinasi wisata yang dibuka secara bertahap. Selain tiga Gili, juga dibuka secara bertahap kawasan Rinjani, Mandalika, dan Senggigi. Keempat destinasi tersebut memiliki penyesuaian-penyesuaian untuk menghindari penyebaran Covid-19. Penyesuaian yang dilakukan antara lain tidak dibukanya kolam renang, tidak diijinkannya pesta, dan hal lain yang menimbulkan keramaian.
Sementara Wagub Sitti Rohmi menegaskan, diperluas kehati-hatian sebelum membuka kembali obyek wisata. "Untuk obyek wisata kita harus benar-benar memilih. Jangan sampai gegabah membuka obyek wisata, jangan sampai ada klaster obyek wisata," pesan Wagub Sitti Rohmi, menekankan beberapa obyek wisata dibenahi terlebih dahulu sebelum dibuka kembali.
Reporter: Humas NTB
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7941 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5638 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3542 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2389 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan