Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Peringatan Warisan Budaya Subak Warnai Tampilan Google Doodle Hari Ini
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Memperingati warisan budaya Subak, Google Doodle, yaitu adalah perubahan logo khusus dan sementara di beranda Google yang dimaksudkan untuk memperingati liburan, acara, prestasi, dan tokoh sejarah terkemuka, hari ini Senin (29/6/2020) menggunakan ilustrasi sistem irigasi persawahan di Bali.
[pilihan-redaksi]
Subak merupakan sistem irigasi yang sering digunakan oleh petani untuk mengairi area persawahan di Bali. Melalui ilustrasi yang dibuat ilustrator Tanah Air, Hana Augustine, Google doodle kali ini memperingati sistem irigasi yang secara resmi ditetapkan sebagai warisan dunia UNESCO tepat hari ini pada 2012.
Adapun jaringan kanal, terowongan, dan bendungan ini telah memungkinkan orang-orang di pulau Bali mempertahankan sawah mereka tetap subur dan hidup dalam simbiosis dengan alam selama lebih dari seribu tahun.
Kata Subak sendiri tidak hanya merujuk pada infrastruktur irigasi, tetapi juga tradisi sosial yang mengelilinginya. Melalui sistem ini, pasokan air yang terbatas dikelola melalui sekitar 1.200 kolektif petani individu.
Sebagai cerminan dari filosofi Bali kuno Tri Hita Karana, yang dapat diterjemahkan menjadi "tiga penyebab kesejahteraan" dan menggambarkan cita-cita kerohanian, antarpribadi, dan harmoni alami. Berakar kuat dalam ideologi ini diturunkan dari generasi ke generasi, subak masih digunakan sejak awal abad ke-9 hingga saat ini.
Sebagai gantinya, para petani Indonesia berhasil mempertahankan keseimbangan yang harmonis antara tanah dan komunitas petani yang menuai manfaatnya. Praktek subak telah menciptakan lanskap megah dan berlimpah sawah padi bertingkat yang menyiram hektar, dan merupakan fenomena di pulau Bali yang tidak dapat ditiru oleh negara lainnya.
"Satu lagi kabar gembira bagi bangsa Indonesia akhirnya budaya Subak Bali sebagai cermin Tri Hita Karana baru saja disetujui untuk ditetapkan sebagai warisan dunia UNESCO," kata Windu dalam pesan layanan singkat (SMS) yang diterima di Jakarta, Minggu (20/5/2012).
Menurutnya, keputusan tersebut ditetapkan melalui sidang Ketok palu di St Pittsbiurg, Rusia, tanggal 20 Juni 2012. Perjuangan Subak menjadi warisan dunia dilakukan setelah melalui proses panjang yatu 12 tahun dan dunia ikut bangga kepada Indonesia.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2942 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2015 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun