Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kontemplasi Ketangguhan Perempuan Hadapi Pandemi

Rabu, 8 Juli 2020, 09:00 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/pixabay

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Pandemi global memberikan dampak yang berbeda bagi penduduk perempuan dibandingkan dengan penduduk laki-laki baik dari prospek kesehatan maupun ekonomi. Selama ini banyak perspektif bahwa penyakit ini mewabah tanpa memandang siapapun dengan resiko yang sama. 


[pilihan-redaksi]
Berdasarkan data per tanggal 7 Juli 2020 yang dikutip dari situs Covid19.go.id memaparkan bahwa persentase penduduk laki-laki yang meninggal akibat Covid-19 di Indonesia sebesar 60,1 persen lebih tinggi dibandingkan penduduk perempuan yang dilaporkan sebesar 39,9 persen. Jumlah ini searah dengan temuan pada jumlah kasus positif dimana penduduk laki-laki yang terpapar sebanyak 52,5 persen sedangkan penduduk perempuan mencapai 47,5 persen. Indikasi ini menandakan bahwa penduduk perempuan relatif memiliki kecenderungan lebih rendah terjangkit virus corona dibandingkan penduduk laki-laki.


Survei Sosial Demografi Dampak Covid-19 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik melaporkan bahwa responden perempuan lebih banyak menilai dirinya cenderung lebih baik dalam penerapan himbauan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dari 80 persen perempuan mengakui bahwa mereka memiliki pengetahuan mengenai physical distancing, pemakaian masker, selalu mencuci tangan setiap beraktivitas, menghindari berjabat tangan, antrian, pertemuan, dan transportasi umum serta memberi tahu jika ada gejala sakit. 


Sementara itu penduduk laki-laki  hanya mencapai kategori lebih dari 80 persen pada dua indikator yang digunakan yaitu pengetahuan physical distancing dan menghindari transportasi umum dari total 13 indikator yang digunakan untuk menilai dimensi perilaku akan himbauan protokol kesehatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penduduk perempuan cenderung lebih waspada akan himbauan selama masa pandemi termasuk lebih siap menyambut tatanan hidup baru dibandingkan penduduk laki-laki.


Apakah kewaspadaan yang tinggi muncul sebagai akibat kekhawatiran dampak Covid-19? Temuan dalam Journal Brain and Behavior pada tahun 2016 menyebutkan bahwa secara harfiah wanita hampir dua kali mengalami kondisi kecemasan dibanding pria. Hasil tersebut sejalalan dengan hasil Sosial Demografi Dampak Covid-19 diperoleh hasil bahwa 74 persen penduduk perempuan khawatir keluar rumah dan 69 persen terpengaruh pemberitaan Covid-19. 


Hasil tersebut mengkonfirmasi hasil penelitian sejenis yang dilakukan di Inggris oleh Office for National Statistics (ONS) yang menyebutkan bahwa wanita menunjukkan tingkat kepedulian yang lebih tinggi daripada pria, dimana 8 dari 10 orang wanita khawatir tentang efek yang diakibatkan oleh Covid-19 dalam hidup mereka dibandingkan dengan hanya sekitar 7 dari 10 orang pria. Tingkat kekhawatiran yang lebih tinggi menyebabkan perempuan berhasil menyelamatkan kohort mereka lebih banyak untuk tidak terjangkit penyakit mematikan akibat virus korona.


Secara teori, daya tahan tubuh penduduk perempuan relatif lebih baik dibandingkan penduduk laki-laki. Dikutip dari BBC.com satu teorinya adalah bahwa respons imun perempuan terhadap virus lebih kuat, kata Philip Goulder, profesor imunologi di Universitas Oxford. Respon imun sepanjang hidup perempuan terhadap vaksin dan infeksi biasanya lebih agresif dan lebih efektif dibandingkan laki-laki. 


Salah satu alasannya adalah fakta bahwa perempuan memiliki dua kromosom X, sedangkan pria hanya memiliki satu. Ini perbedaan penting ketika terinfeksi virus corona. Protein yang mengenali virus-virus seperti corona, dikodekan pada kromosom X. Akibatnya, dosis protein ini dua kali lipat pada banyak sel kekebalan perempuan dibandingkan dengan pria, sehingga respon imun perempuan terhadap virus corona pun lebih kuat. Selain faktor biologis pengaruh gaya hidup berbasis gender juga diperkirakan mempengaruhi tingkat komplikasi peyakit kronis lainnya yang diperburuk jika terinfeksi virus korona. 

Pandemi Covid-19 telah meningkatkan  angka PHK secara signifikan. Tidak sedikit pelaku usaha yang bangkrut atau pun kehilangan pekerjaan akibat kebijakan physical distancing sebagai upaya pengendalian jumalh kasus virus korona. Hasil Survei Sosial Demografi Dampak Covid-19 oleh Badan Pusat Statistik terhadap 87.379 responden menunjukkan bahwa sebanyak 2,52 persen responden baru saja mengalami PHK akibat tempat mereka bekerja tutup. 


Sebagian besar yang mengalami PHK adalah pekerja laki-laki. Dari total responden yang terkena PHK sebanyak 3,18 persen adalah responden laki-laki dan 1,87 persen responden adalah perempuan.  Dampak ikutan yang terjadi adalah penurunan pendapatan akibat efisiensi biaya produksi yang dilakukan oleh pelaku usaha. Bentuknya pun bermacam-macam, ada yang mengurangi jumlah karyawan dengan PHK, memotong gaji karyawan, pengurangan jadwal kerja, dan merumahkan sebagian karyawannya.  


Sebanyak 44,67 persen responden laki-laki mengaku mengalami penurunan pendapatan akibat terdampak Covid-19. Proporsi tersebut relatif lebih tinggi dibandingkan persentase penduduk perempuan sebesar 38,55 persen. Dengan demikian secara stabilitas ekonomi kemunungkinan penduduk perempuan relatif lebih tangguh di bandingkan penduduk laki-laki di masa pandemi.


Berbagai fenomena ketangguhan perempuan selama pandemi telah berhasil mematahkan stereotip bahwa perempuan adalah kelompok yang lemah dan selalu termarjinalkan. Temuan ini sekaligus menjadi bukti bahwa mereka lah tumpuan asa untuk keluar dari jebakan pandemi global. 


Perempuan dapat menjadi pionir mulai dari dirinya sendiri, keluarga, lingkungan terdekat dan semua lapisan masyarakat. Seorang ibu di sebuah keluarga memegang peran strategis untuk upaya pencegahan penyakit akibat virus korona. Terimakasih perempuan Indonesia dimanapun berada. Mari kita sambut bersama tatanan hidup era baru untuk kehidupan yang lebih baik, untuk Indonesia Maju.

 

Penulis


I Gede Heprin Prayasta
Mahasiswa Magister Ilmu Ekonomi
Universitas Udayana

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/opn



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami