Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Kesurupan Kambuh, Kafi Tebas Saudaranya dengan Pedang
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Penyakit kesurupan mendadak kambuh, Muhamad Kafi (27) menebas saudaranya sendiri, Saiful Budianto (56) dengan menggunakan pedang. Penebasan itu terjadi di jalan Laksamana Denpasar Timur, Selasa (4/8/2020) sekitar pukul 03.30 Wita dinihari.
[pilihan-redaksi]
Saat ini, korban Saiful masih dirawat di RS Bros Denpasar dengan luka di bagian punggung sebelah kiri dan ketiak.
Penebasan bermula saat Muhamad Kafi mendadak penyakit kesurupannya kumat sekitar pukul 02.00 Wita. Melihat itu, kakak pelaku, Sela langsung menghubungi dua saudara sepupu yang sama sama berasal dari Lombok Nusa Tenggara Barat.
Keduanya yakni korban Saiful Budianto dan Sabde (46), tinggal di Jalan Laksamana nomor 22 Denpasar Timur.
"Mereka ini masih ada hubungan persaudaraan (sepupu), dengan kakak pelaku," timpal sumber Kepolisian, Selasa (4/8)
Maksud pemanggilan itu, Sela meminta untuk segera datang karena Kafi dalam kondisi kesurupan. Setelah keduanya tiba di rumah Sela, Muhamad Kafi sudah mulai tenang. Bahkan mereka sempat mengobrol bersama. Lantaran sudah larut malam, keduanya pamitan pulang, sekitar 03.30.
Namun, mendengar keduanya pamit pulang, Kafi tersinggung. Ia bahkan melarang keduanya pulang. Merasa permintaanya tidak ditanggapi, pelaku Kafi masuk ke rumah mengambil pedang samurai. Tiba-tiba saja, Kafi mengancam dengan pedang yang dipegangnya.
Tanpa disangka, Kafi menebas punggung korban sebanyak 2 kali. Tebasan kembali dilakukan tersangka di bawah ketiak korban. Dua saksi, Sabde dan Sela berusaha melerai.
Selanjutnya korban yang sudah bersimbah darah langsung dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pertolongan.
"Pelaku menebas korban sebanyak 2 kali di bagian bawah ketiak sebelah kiri dan pungung sebelah kiri," kata sumber lagi.
Menerima laporan penebasan, anggota Unit Reskrim Polsek Denpasar Timur ke TKP. Pelaku Kafi diamankan. Namun, saat diinterogasi Kafi bak orang linglung. Bicaranya ngawur alias tidak nyambung.
Dalam kasus itu korban juga tidak mau melapor karena masih ada hubungan saudara. Terlebih, apa yang dilakukan pelaku dalam keadaan tidak sadar. "Korban tidak mau membuat laporan dikarenakan masih ada hubungan keluarga," ungkap sumber.
Sementara itu, Kapolsek Dentim Kompol I Nyoman Karang Adiputra membenarkan pihak korban tidak melaporkan kasus tersebut. Selain itu pihaknya sudah mengamankan pedang pelaku yang digunakan untuk menebas korban.
"Korban tidak mau proses hukum karena pelaku mengalami gangguan jiwa dan masih ada kaitan saudara. Kami sudah anjurkan agar Kafi dirawat dengan baik agar cepat sembuh," ungkapnya ke wartawan, Selasa (4/8/2020).
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2284 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2223 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan