Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
HUT RI ke-75: Ratusan Merpati Dilepas, Pemilik Ikhlas Jika Tak Kembali
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sejumlah penghobi burung merpati yang berada di wilayah Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem melakukan pelepasan ratusan burung merparti memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-75 tahun.
[pilihan-redaksi]
Pelepasan sendiri dilakukan pagi ini Senin (17/08/2020) secara serentak yang berlangsung diareal lapangan Umum Kecamatan Selat. Menurut Kadek Arik salah seorang penghobi asal Dusun Bangbang Biaung, Desa Duda, Selat, Karangasem yang ikut dalam pelepasan tersebut mengatakan, setidaknya ada 300 ekor burung merpati yang dilepaskan.
"Kita bersama teman - teman sehobi berinisiatif untuk melakukan pelepasan ini pada saat hari kemerdekaan," ujarnya.
Untuk merpati yang dilepaskan, sebagian ada yang berhasil pulang ke rumah pemiliknya masing - masing, namun ada juga yang nyasar dan tidak kembali. Meski demikian, para penghobi mengaku ikhlas kendati harus kehilangan burungnya.
Sementara itu, para peserta dalam kegiatan pelepasan burung tersebut juga masing - masing menggunakan masker untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona.
"Kami berharap, pandemi corona ini segera berakhir, agar kita bisa berkativitas seperti dulu lagi," harap Kadek Arik.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2937 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun