Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 25 Agustus 2026
Pembeli Menurun di Masa pandemi, Penjual Sate Babi Tetap Melakoni
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pedagang sate babi di salah satu sudut Kota Denpasar kian mengeluh di masa pandemi.
Bagaimana tidak, seperti salah satu pedagang yang menggelar dagangan di pingir jalan Kapten Mudita, Denpasar Sang Ayu. Saat ditemui belum lama ini, ia mengaku jumlah pembeli sudah sangat sepi. Menurut ibu yang tingal di Kayumas Kelod, Denpasar mengatakan, sebelum adanya Covid-19 mampu menjual 2 kilo lebih tusuk sate Babi per hari.
Akan tetapi, saat ini menjual 2 kilo tusuk sate saja sudah sulit sekali bahkan terkadang bisa sisa.
"Sepi sekarang, kurang lebih 100 ribuan per hari saja bisa masuk dan bisa kurang dari itu. Jadi tidak menentu hasil jualannya", jelasnya.
Jika dilihat sebelum adanya pandemi, peminat menu khas cita rasa tradisional ini sangat diminati. Dia mengatakan, tentu kondisi ini berimbas pada pendapatannya.
Senada, Ketut Sudarmini asal Desa Bakas, Banjarangkan, Klungkung yang tinggal di seputaran Batu Yang menyebutkan, memang sangat menurun minat para pembeli saat ini. Meskipun sepi, akan tetapi dirinya mengatakan demi menyambung hidup tetap harus dilakoni saja.
"Meskipun sepi, ya tetap berjualan saja," tutupnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4654 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2459 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2101 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1711 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1142 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun