Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Buruh Tewas Terjatuh ke Sumur 12 Meter Saat Bekerja di Kubutambahan

Kamis, 9 Juli 2026, 20:22 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Buruh Tewas Terjatuh ke Sumur 12 Meter Saat Bekerja di Kubutambahan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Kecelakaan kerja kembali merenggut nyawa seorang buruh harian lepas di Kabupaten Buleleng. Seorang pekerja bernama Nyoman Sutama (55) meninggal dunia setelah terjatuh ke dasar sumur sedalam sekitar 12 meter saat melakukan pekerjaan penggalian sumur di Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Kamis (9/7/2026) sore.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 Wita di Lingkungan Subak Dalem, Banjar Dinas Kajekangin, Desa Kubutambahan. Saat kejadian, korban bersama empat rekannya tengah melakukan pekerjaan menggali sumur.

Kapolsek Kubutambahan AKP Ketut Budayana menjelaskan, saat itu korban berada di dasar sumur, sedangkan empat rekannya menunggu di bagian atas.

"Ketika korban hendak naik untuk beristirahat, diduga tangannya terpeleset sehingga terjatuh ke dasar sumur dengan kedalaman kurang lebih 12 meter," ujar Budayana.

Melihat kejadian tersebut, kakak korban langsung turun ke dasar sumur untuk memastikan kondisi adiknya. Namun karena korban mengalami luka berat, warga segera menghubungi petugas Dinas Pemadam Kebakaran guna membantu proses evakuasi.

Menerima laporan itu, petugas Damkar bersama personel kepolisian dan tenaga medis langsung menuju lokasi. Proses evakuasi dilakukan dengan mengikat tubuh korban menggunakan tali pada bagian pinggang sebelum diangkat dari dasar sumur.

Namun nahas, hasil pemeriksaan medis menyatakan Nyoman Sutama telah meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban mengalami luka robek di bagian belakang kepala, luka pada dahi dan hidung, serta diduga mengalami patah leher akibat benturan keras saat terjatuh.

"Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian," terang AKP Budayana.

Polisi menyebut pihak keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan memutuskan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami