Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 8 September 2026
Kemarau di Jembrana, Petani Terpaksa Pompa Air 12 Jam Sehari
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Musim kemarau mulai memberikan dampak serius terhadap sektor pertanian di Kabupaten Jembrana. Petani di Subak Basah, Desa Tegalbadeng Timur, Kecamatan Negara, terpaksa mengandalkan mesin pompa air setelah sekitar dua bulan tidak lagi mendapatkan pasokan air dari saluran irigasi subak.
Kondisi tersebut memaksa petani mengeluarkan biaya produksi yang jauh lebih besar demi menjaga tanaman padi tetap mendapatkan suplai air. Selain harus membeli mesin pompa, mereka juga harus menanggung biaya bahan bakar setiap hari.
Salah seorang petani, Komang Indrayasa, mengatakan mesin pompa harus dioperasikan hingga sekitar 12 jam setiap hari agar lahan persawahannya tidak mengalami kekeringan. Dalam sehari, mesin tersebut menghabiskan sekitar tujuh liter bahan bakar minyak (BBM).
"Sudah sekitar dua bulan air subak tidak mengalir. Mau tidak mau kami harus memakai pompa supaya padi tidak mati. Dalam sehari mesin bisa hidup sekitar 12 jam dan menghabiskan kurang lebih tujuh liter BBM. Biayanya jauh lebih besar dibandingkan saat masih ada air dari subak," ujar Komang, Kamis (9/7/2026).
Menurut Komang, untuk membeli mesin pompa ia harus mengeluarkan biaya sekitar Rp5 juta. Selain itu, selama musim kemarau berlangsung, pengeluaran untuk membeli BBM telah mencapai sekitar Rp1,5 juta.
Meningkatnya biaya operasional tersebut menjadi beban tambahan bagi petani, terlebih hasil panen masih bergantung pada kondisi cuaca. Jika musim kemarau terus berlanjut tanpa adanya pasokan air yang memadai, petani khawatir produksi padi akan menurun bahkan berpotensi mengalami gagal panen.
Para petani berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi krisis air irigasi di wilayah tersebut. Mereka juga berharap adanya bantuan bagi petani agar biaya produksi tidak semakin membengkak dan sektor pertanian tetap mampu bertahan selama musim kemarau.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3227 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 724 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 668 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman