Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 28 Agustus 2026
Diduga Epilepsi Kambuh, Pria di Gianyar Ditemukan Tewas Usai Terjatuh di Gorong-gorong
beritabali/ist/Diduga Epilepsi Kambuh, Pria di Gianyar Ditemukan Tewas Usai Terjatuh di Gorong-gorong.
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Seorang pria asal Banjar Anggarkasih, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, ditemukan meninggal dunia di aliran sungai pada Kamis (9/7/2026). Korban bernama Wayan Edi Parwata (35) diduga mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal setelah penyakit epilepsi yang dideritanya kambuh saat mengendarai sepeda motor.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga sekitar pukul 12.30 Wita. Warga menemukan sebuah sepeda motor Yamaha Jupiter MX bernomor polisi DK 4731 KI dalam kondisi terjatuh di gorong-gorong di Jalan Persatuan, Banjar Anggarkasih.
Temuan itu segera dilaporkan kepada aparat desa dan diteruskan ke Polsek Blahbatuh serta BPBD Kabupaten Gianyar. Petugas gabungan bersama PMI Gianyar dan warga kemudian melakukan penyisiran di sepanjang gorong-gorong hingga aliran sungai yang terhubung dengan lokasi ditemukannya sepeda motor.
Baca juga:
Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Epilepsi
Setelah melakukan pencarian selama lebih dari satu jam, jasad korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 13.50 Wita. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa mengambang di kawasan puseran air Subak Celuk, sekitar 500 meter dari lokasi sepeda motornya ditemukan.
Kepala Desa Medahan, I Wayan Buana, membenarkan korban merupakan warganya yang memiliki riwayat penyakit epilepsi. Keterangan tersebut juga diperkuat oleh pihak keluarga.
Diduga, saat melintas di lokasi kejadian, penyakit yang dideritanya kambuh secara tiba-tiba sehingga korban kehilangan kendali atas sepeda motor yang dikendarainya.
"Korban memang memiliki riwayat epilepsi. Kemungkinan saat dalam perjalanan penyakitnya kambuh sehingga masyarakat tidak mengetahui kejadian tersebut. Sekitar pukul setengah satu siang baru ada warga yang menemukan sepeda motornya berada di bawah gorong-gorong. Dari situ kami langsung berkoordinasi dengan Polsek dan BPBD hingga akhirnya korban ditemukan di aliran sungai," ungkap I Wayan Buana saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Kapolsek Blahbatuh, Kompol Luh Putu Sri Sumartini, mengatakan setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Sanjiwani Gianyar menggunakan ambulans PMI Gianyar untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum luar.
"Personel Polsek bersama warga dan BPBD melakukan penyusuran sepanjang kurang lebih 500 meter hingga akhirnya menemukan jasad korban. Selanjutnya korban dievakuasi ke RSUD Sanjiwani Gianyar untuk dilakukan pemeriksaan dan visum. Dugaan sementara merupakan kecelakaan lalu lintas tunggal, namun penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kejadian," tegas Kompol Luh Putu Sri Sumartini.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti peristiwa tersebut. Sementara itu, hasil pemeriksaan medis diharapkan dapat memperkuat dugaan awal bahwa korban mengalami kecelakaan tunggal setelah penyakit epilepsinya kambuh saat berkendara.
Saat ini, sepeda motor korban telah diamankan oleh petugas. Polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian untuk merangkai kronologi pasti bagaimana korban bisa terjatuh ke gorong-gorong hingga hanyut terbawa arus sungai yang deras.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4721 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2530 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2170 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1788 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1215 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun