Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Pengembangan Vaksin Merah Putih Sudah Capai 50%
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman mengungkapkan bahwa proses pengembangan calon vaksin COVID-19 atau vaksin Merah Putih yang mereka lakukan telah mencapai sekitar 50 persen.
"Saat ini perkembangannya, artinya produksinya, vaksin Merah Putih ini kalau dilihat persentasenya mungkin sekitar 50 persen," kata Direktur LBM Eijkman, Profesor Amin Soebandrio dalam konferensi pers secara virtual pada Kamis (3/9/2020) seperti dikutip dari Liputan6.com.
Amin mengatakan, pengembangan vaksin COVID-19 telah melalui tahap amplifikasi, kloning, dan telah memasukkannya ke dalam expression system sel mamalia.
"Saat ini kami tinggal menunggu protein yang akan diekspresikan oleh sel mamalia tadi," ujarnya. Ia menambahkan, selain sel mamalia, secara paralel mereka juga akan menggunakan sel ragi untuk membandingkan mana yang lebih efektif dan efisien.
"Apabila protein rekombinan sudah diekspresikan oleh sel mamalia, akan dilanjutkan dengan uji pada hewan. Diharapkan uji pada hewan bisa mulai dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan sehingga bisa diselesaikan di akhir tahun ini," Amin menjelaskan.
R. Tedjo Sasmono, peneliti LBM Eijkman mengungkapkan bahwa saat ini, vaksin yang mereka kembangkan belum didaftarkan ke World Health Organization (WHO) atau dicatat dalam jurnal ilmiah tertentu karena datanya yang masih terlalu sedikit.
Di kesempatan yang sama, Tedjo mengatakan biasanya vaksin baru bisa didaftarkan apabila telah melakukan uji pra-klinis atau uji klinis. "Jadi ketika kami siap apabila vaksin sudah terkarakterisasi dengan bagus maka akan kami daftarkan (ke WHO)."
Untuk publikasi ilmiah, Tedjo menegaskan bahwa hasil penelitian tersebut akan dirilis apabila data yang mereka teliti sudah lengkap.
"Pasti akan (dipublikasikan). Karena salah satu ukuran suatu riset itu berkualitas dan solid datanya adalah publikasi internasional yang di-review. Kami pasti akan mempublikasikan apa pun yang kami dapat. Saat ini datanya terlalu sedikit untuk publikasi."
"Bisa saja saat ini kami publikasi tapi tentu saja itu akan menjadi jurnal yang kualitas rendah karena datanya terlalu sedikit. Mungkin dalam waktu tahun depan, ketika kami siap untuk uji klinis, akan kami publikasikan secara di jurnal ilmiah internasional, bisa juga dalam media seperti seminar atau media lain yang ilmiah," pungkasnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2936 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun