Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Bisnis Kargo di Bali Tak Terusik Saat Pandemi, Siasati dengan Layanan Baru
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kendati terpengaruh dengan dampak pandemi Covid-19 khususnya pada segmen warga asing yang datang langsung ke Bali membeli produk untuk dikirim ke negaranya dengan kuantitas volume kecil atau yang disebut Less Container Loading (LCL), bisnis kargo di Bali hampir tidak terusik dan terus berjalan tanpa halangan.
"Karena setiap negara pasti masih membutuhkan logistik dari negara lainnya sehingga pelabuhan masih dibuka untuk pengiriman barang, ya kami untungnya masih tetap beroperasi meski sektor lainnya seperti pariwisata tutup dan ekonomi di Bali melambat," ungkap Direktur Adhi Darma Kargo, Hendra Arimbawa.
Menurutnya, kegiatan ekspor harus tetap berjalan sebagai penghasil devisa negara. Disamping itu, lanjutnya, para pengrajin di Bali dan produsen bahan baku di Jawa masih tergantung dengan kegiatan ekspor untuk memasarkan produk mereka ke manca negara. Maka dari itu, peran ekspor dinilai sangat penting sebagai penggerak ekonomi kecil menengah saat ini.

Hendra menambahkan saat ini pihaknya tengah mengembangkan pelayanan yang khusus menangani konsumen yang ingin belanja di Bali secara online atau daring karena terkendala pandemi. Layanan yang disebut 'Free Online Shopping' ini dijelaskannya sebagai siasat bisnis di tengah pandemi yakni menjembatani antara pembeli dan produsen barang untuk tetap bisa berbelanja produk Bali melalui jasa Kargo yang sekaligus akan membantu konsumen untuk pengiriman ke negara tujuan.
"Jadi mereka bisa order dari rumah, disini kita melakukan komunikasi dengan pengrajin sekaligus untuk proses quality control-nya. Ketika proses produksi selesai, kami minta deposit dan kemudian proses pengiriman," sebut generasi kedua dari kargo yang sudah berpengalaman selama 25 tahun atau sejak tahun 1995 di bidang logistik di daerah Ubud ini.
Untuk produk yang paling banyak dikirim, Hendra mengatakan jenisnya beragam tergantung negara dan karakter masing-masing konsumen. Diantaranya ada yang fokus pada produk rotan, perlengkapan taman, furnitur atau interior rumah tangga, dan lainnya.
"Konsumen bisnis kami rata-rata kirim 1 kontainer 40 feet sekali kirim. Paling sering dikirim saat ini adalah produk rotan. Bulan September ini kami ada kuantitas pengiriman 5-7 kontainer sebulan dengan berbagai jenis komoditi belum lagi ditambah pengiriman barang-barang LCL," ungkapnya.
Ia berharap kondisi pandemi Covid-19 ini bisa segera berakhir sehingga perekonomian terutama pariwisata di Bali akan kembali pulih. Ia mengkhawatirkan nasib dari tenaga kerja di sektor pariwisata yang saat ini terkena dampak dirumahkan atau di PHK.
"Saat ini banyak pekerja pariwisata yang mulai kebingungan karena dampak Covid-19 ini," ujarnya sembari berharap kedepannya semua sektor bisa saling menunjang dengan yang lainnya untuk membantu perekonomian.
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5954 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2647 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2297 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan