Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Rencana Masukkan Aturan Tertib Lalu Lintas di Kurikulum Sekolah
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kurangnya kesadaran masyarakat dalam mendisplinkan tertib lalu lintas, kerap menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. Kesadaran itu harus dipupuk sejak dini, agar mampu mengimplementasikan sistem nilai etika dan budaya santun berlalu lintas, sekaligus bisa menekan tingginya angka kecelakaan.
Guna meningkatkan kesadaran masyarakat tersebut, jajaran Ditlantas Polda Bali berencana akan memasukkan aturan tertib lalu lintas dalam kurikulum pelajaran di sekolah sekolah baik itu di tingkat SD, SMP, SMA dan SMK. Kurikulum tertib lalu lintas ini sedianya akan dimasukkan dalam mata pelajaran PKN.
"Ya, kami akan pelajari dulu bagaimana tentang tertib lalu lintas bisa masuk ke kurikulum sekolah sekolah bekerjasama dengan Diknas. Peraturan tertib lalulintas ini akan masuk di mata pelajaran PKN," ujar Direktur Lalu lintas Polda Bali Kombes Pol Indra SIK, Minggu (27/9/2020).
Pihaknya pun berharap agar gagasan ini bisa segera diakomodir dengan Dinas Pendididikan di Bali. Ditlantas Polda Bali akan segera berkoordinasi bagaimana metode materinya.
Dengan masuknya aturan tertib lalu lintas dalam kurimulum pelajaran sekolah, jelas Kombes Indra, para pendidik atau guru juga akan diberikan pelatihan-pelatihan tentang keselamatan berlalu lintas.
"Kami juga akan memberikan pelatihan kepada guru guru nanti. Mereka akan kami latih supaya bisa memahami dan menerapkan kepada murid muridnya," terang perwira melati tiga dipundak itu.
Menurut mantan Ka.SPN di Polda Riau ini, masuknya kurikulum tertib lalu lintas dalam pelajaran sekolah sangatlah penting. Tujuannya jelas, agar generasi muda secara dini sadar dan mampu mengedukasi tata cara berlalu lintas yang baik, santun dan lancar.
"Sekaligus bisa mengubah perilaku pengendara agar selalu berhati-hati di jalan. Jika masyarakat sudah disiplin berkendara, kemungkinan bisa menekan tingginya angka kecelakaan," ungkapnya.
Kombes Indra mengakui program masuk ke sekolah sekolah ini dulunya ada, tapi sekarang ini belum efektif dilakukan karena di tengah wabah pandemi. Seperti Go To School dan Polisi Sahabat Anak.
Program ini bertujuan untuk mengubah pola pikir anak-anak tentang tata cara keselamatan berlalu lintas. "Karena kondisi pandemi sekarang ini belum efektif tapi nanti akan kami giatkan kembali," terangnya.
Diterangkannya, untuk merubah pola pikir seseorang sangatlah sulit. Perlu dilakukan secara perlahan-lahan atau secara bertahap.
"Dimulai dari anak TK ini. Mereka diajarkan supaya dekat dan bersahabat dengan Polisi dan jangan takut sama Polisi. Kesadaran harus tumbuh dimulai dari diri sendiri bukan takut dengan petugas. Takutlah dengan pelanggaran karena pelanggaran itu akan mencelakakan kita," imbuhnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2942 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2015 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun