Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Kapolresta: Siapa yang Menggerakkan Massa Akan Ditindak Tegas
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Aksi demo mendukung bebaskan JRX SID berbuntut panjang. Polresta Denpasar, pada Kamis (1/10/2020), memeriksa koordinator lapangan, Nyoman Mardika yang nilai bertanggung jawab terhadap aksi demo bela JRX SID di sidang kasus ujaran kebencian.
Dalam penegasan Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan ketika disambangi wartawan saat pembubaran aksi demo di depan Kejaksaan Negeri Denpasar, Kamis (1/10/2020) mengatakan, Mardika diperiksa sebagai salah koordinator lapangan yang ikut bela JRX SID.
Menurutnya, selama ini pihak kepolisian telah melarang adanya aksi demo tapi tetap dilakukan. Sehingga Mardika selaku koordinator harus bertanggung jawab dan diperiksa.
"Kami sudah imbau supaya gak ada perkumpulan. Tapi faktanya dua hari lalu mereka kumpul. Jadi kami tanya kenapa sampai seperti itu. Dia diperiksa sebagai penanggung jawab dia korlap," ungkap mantan Wadireskrimsus Polda Papua Barat itu.
Mantan Wakapolres Polres Badung itu menegaskan bahwa negara Indonesia adalah negara hukum, siapa pun yang melakukan pelanggaran hukum harus ditindak sesuai hukum. "Siapa pun yang melanggar harus diproses sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.
Polisi, kata Jansen akan mengecek lagi, siapa saja koordinator aksi yang masih bandel menggerakkan massa akan ditindak tegas.
"Kalau ada korlap yang sengaja mengumpulkan massa lagi artinya menantang pemerintah. Negara harus hadir memastikan Bali harus bersih covid. Kita semua harus sehat," tandasnya.
Soal mobil komando massa yang ditilang oleh polisi saat aksi demo, Kombes Jansen mengatakan mobil itu ditilang karena surat-suratnya tidak lengkap. Mobil pick up itu juga kata Jansen dipakai tidak sesuai dengan peruntukannya.
"Mobil komando saat kami periksa suratnya tidak ada. Itu juga tidak untuk peruntukannya. Tentu ada hukumnya dan kami proses tilang," bebernya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6027 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4697 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2666 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2355 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2245 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan