Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Wisatawan Sepi, Pengelola Museum 3D Tetap Disiplin Jalankan Prokes
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Anjloknya sektor pariwisata di Bali tidak hanya dialami industri seperti hotel dan restoran, namun juga berdampak bagi tempat wisata lainnya seperti museum 3D di Denpasar yang setiap harinya bahkan tidak ada pengunjung.
Sejak pandemik Covid-19 melanda dunia, telah berdampak serius terhadap berbagai sektor termasuk pariwisata di Bali yang menjadi jantung perekonomian. Kondisi ini, dialami Museum 3D yang minim pengunjung, dengan jumlah kunjungan hanya 1-3 orang per hari semenjak pandemi COVID-19.
Tak hanya wisata museum saja, bahkan hampir seluruh obJek atau tempat wisata lainnya di Bali juga sepi kunjungan wisatawan.
Kendati sepi pengunjung, bukan berarti protokol kesehatan (Prokes) tidak dijalankan. Pihak pengelola Museum 3D, tetap melaksanakan Prokes, seperti melakukan penyemprotan disinfektan setiap tiga jam sekali.
“Walaupun minim pengunjung kita tetap buka dengan protokol kesehatan, ada cek suhu tubuh, tempat cuci tangan, handsanitizer dan juga kita ada penyemprotan disinfektan sekali dalam kurang lebih 3 jam," kata kadek, pegawai museum 3D ditemui Senin (5/10/2020).
Dibanding kondisi normal sebelum pandemi Covid-19, jumlah pengunjung ke museum 3D ini, bisa mencapai ratusan orang dalam sehari.
Meskipun pihak pengelola sudah menerapkan tarif cukup murah dengan promo potongan separuh harga, tetap saja tidak bisa menjaring wisatawan lebih banyak.
"Yang berkunjung hanya 1-3 orang, bisa sampai 0 pengunjung seharinya," imbuh Kadek.
Ditambah lagi, dengan lokasi tempat museum 3D yang terletak di dalam areal Lapangan Niti Mandala Renon, yang kini ditutup garis polisi, masyarakat juga mengira jika wisata museum 3D juga ikut tutup.
Hal inilah, yang semakin membuat pengunjung sepi, sejak beberapa bulan terakhir.
Nyoman, seorang anggota polisi selaku pelaksana sosialisasi protokol kesehatan menyatakan di tempat wisata ini, mengaku sulit mendapatkan sasaran sosialisasi Prokes, karena minimnya pengunjung.
Meski demikian, kata dia, yang terpenting agar tempat-tempat wisata sudah memenuhi standar protokol kesehatan. [MAT]
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan