Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Wisatawan Sepi, Pengelola Museum 3D Tetap Disiplin Jalankan Prokes

Senin, 5 Oktober 2020, 20:05 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/file

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Anjloknya sektor pariwisata di Bali tidak hanya dialami industri seperti hotel dan restoran, namun juga berdampak bagi tempat wisata lainnya seperti museum 3D di Denpasar yang setiap harinya bahkan tidak ada pengunjung.

Sejak pandemik Covid-19 melanda dunia, telah berdampak serius terhadap berbagai sektor termasuk pariwisata di Bali yang menjadi jantung perekonomian. Kondisi ini, dialami Museum 3D yang minim pengunjung, dengan jumlah kunjungan hanya 1-3 orang per hari semenjak pandemi COVID-19.

Tak hanya wisata museum saja, bahkan hampir seluruh obJek atau tempat wisata lainnya di Bali juga sepi kunjungan wisatawan.

Kendati sepi pengunjung, bukan berarti protokol kesehatan (Prokes) tidak dijalankan. Pihak pengelola Museum 3D, tetap melaksanakan Prokes, seperti melakukan penyemprotan disinfektan setiap tiga jam sekali.

“Walaupun minim pengunjung kita tetap buka dengan protokol kesehatan, ada cek suhu tubuh, tempat cuci tangan, handsanitizer dan juga kita ada penyemprotan disinfektan sekali dalam kurang lebih 3 jam," kata kadek, pegawai museum 3D ditemui Senin (5/10/2020).

Dibanding kondisi normal sebelum pandemi Covid-19, jumlah pengunjung ke museum 3D ini, bisa mencapai ratusan orang dalam sehari.

Meskipun pihak pengelola sudah menerapkan tarif cukup murah dengan promo potongan separuh harga, tetap saja tidak bisa menjaring wisatawan lebih banyak.

"Yang berkunjung hanya 1-3 orang, bisa sampai 0 pengunjung seharinya," imbuh Kadek.

Ditambah lagi, dengan lokasi tempat museum 3D yang terletak di dalam areal Lapangan Niti Mandala Renon, yang kini ditutup garis polisi, masyarakat juga mengira jika wisata museum 3D juga ikut tutup.

Hal inilah, yang semakin membuat pengunjung sepi, sejak beberapa bulan terakhir.

Nyoman, seorang anggota polisi selaku pelaksana sosialisasi protokol kesehatan menyatakan di tempat wisata ini, mengaku sulit mendapatkan sasaran sosialisasi Prokes, karena minimnya pengunjung.

Meski demikian, kata dia, yang terpenting agar tempat-tempat wisata sudah memenuhi standar protokol kesehatan. [MAT]
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: Tim Liputan COVID



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami