Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Wisatawan Sepi, Pengelola Museum 3D Tetap Disiplin Jalankan Prokes
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Anjloknya sektor pariwisata di Bali tidak hanya dialami industri seperti hotel dan restoran, namun juga berdampak bagi tempat wisata lainnya seperti museum 3D di Denpasar yang setiap harinya bahkan tidak ada pengunjung.
Sejak pandemik Covid-19 melanda dunia, telah berdampak serius terhadap berbagai sektor termasuk pariwisata di Bali yang menjadi jantung perekonomian. Kondisi ini, dialami Museum 3D yang minim pengunjung, dengan jumlah kunjungan hanya 1-3 orang per hari semenjak pandemi COVID-19.
Tak hanya wisata museum saja, bahkan hampir seluruh obJek atau tempat wisata lainnya di Bali juga sepi kunjungan wisatawan.
Kendati sepi pengunjung, bukan berarti protokol kesehatan (Prokes) tidak dijalankan. Pihak pengelola Museum 3D, tetap melaksanakan Prokes, seperti melakukan penyemprotan disinfektan setiap tiga jam sekali.
“Walaupun minim pengunjung kita tetap buka dengan protokol kesehatan, ada cek suhu tubuh, tempat cuci tangan, handsanitizer dan juga kita ada penyemprotan disinfektan sekali dalam kurang lebih 3 jam," kata kadek, pegawai museum 3D ditemui Senin (5/10/2020).
Dibanding kondisi normal sebelum pandemi Covid-19, jumlah pengunjung ke museum 3D ini, bisa mencapai ratusan orang dalam sehari.
Meskipun pihak pengelola sudah menerapkan tarif cukup murah dengan promo potongan separuh harga, tetap saja tidak bisa menjaring wisatawan lebih banyak.
"Yang berkunjung hanya 1-3 orang, bisa sampai 0 pengunjung seharinya," imbuh Kadek.
Ditambah lagi, dengan lokasi tempat museum 3D yang terletak di dalam areal Lapangan Niti Mandala Renon, yang kini ditutup garis polisi, masyarakat juga mengira jika wisata museum 3D juga ikut tutup.
Hal inilah, yang semakin membuat pengunjung sepi, sejak beberapa bulan terakhir.
Nyoman, seorang anggota polisi selaku pelaksana sosialisasi protokol kesehatan menyatakan di tempat wisata ini, mengaku sulit mendapatkan sasaran sosialisasi Prokes, karena minimnya pengunjung.
Meski demikian, kata dia, yang terpenting agar tempat-tempat wisata sudah memenuhi standar protokol kesehatan. [MAT]
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 735 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan