Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Depresi, Bule Mengamuk Karena Covid-19 Tak Kunjung Surut di Sanur
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Satpol PP Kota Denpasar kembali mengamankan bule asal Jerman yang mengamuk karena depresi di sebuah Hotel di wilayah Semawang, Sanur, Rabu (7/10). Penertiban ini dilakukan setelah mendapat laporan dari pegawai hotel.
Hal ini disampaikan Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga saat dihubungi. Lebih lanjut ia mengatakan, setelah evakuasi ternyata bule asal Jerman tersebut mengalami depresi, hal itu yang membuatnya mengamuk-ngamuk. Menurut Sayoga kemungkinan depresi yang dialami bule tersebut dikarenakan pandemi virus corona (covid-19) tak kunjung surut.
Setelah diamankan pihaknya langsung membawa bule tersebut ke Kantor Kasatpol PP Kota Denpasar. Setelah diperiksa oleh Tim kesehatan Kota Denpasar ternyata kondisinya melemah. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan bule tersebut langsung dibawa ke RSUP Sanglah.
"Karena kondisinya melemah kami belum bisa menginterogasi bule tersebut bahkan test rapid juga belum kami lakukan," ungkap Sayoga.
Untuk mengetahui identitas bule secara lengkap, Sayoga mengaku akan mencari data bule tersebut dari salah seorang tour guide ( pemandu wisata) yang menemani bule tersebut selama di Bali. Dengan demikian pihaknya bisa mengambil tindakan selanjutnya untuk bule tesebut.
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 398 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 359 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 307 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun