Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Beredar Poster Ajak Warga Rusuh Saat Demo, Ini Kata Korlap Aksi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sejumlah poster yang dipajang di sejumlah titik di lapangan Renon, Denpasar viral di media sosial (medsos) sejak Selasa (20/10/2020). Poster mengatasnamakan Aliansi Bali itu mengajak warga untuk melakukan kerusuhan saat demo besok, Kamis (22/10/2020).
Poster yang dipajang orang tak dikenal itu dipajang di depan Kantor DPD Partai Demokrat di Jalan Ir Juanda Nomor 4 Niti Mandala Denpasar. Kemudian, di depan Kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali di Jalan Ir Juanda Nomor 1 Niti Mandala Denpasar. Dan terakhir di depan Gedung Keuangan Negara di Jalan Kusuma Atmadja.
Poster itu dinilai sangat meresahkan. Dimana poster yang mengatasnamakan "Aliansi Bali Tidak Diam" mengajak warga membuat kerusuhan saat demo yang akan berlangsung Kamis (22/10/2020).
Diketahui, poster yang menggunakan kertas A4 dan diprint berwarna itu dilengkapi dengan logo Aliansi Bali Tidak Diam. Tulisan pada poster bernada provokasi itu full color. Namun dalam poster itu tidak berisi tanggal kapan aksi demonstrasi itu digelar.
Poster itu bertuliskan: "Aksi nasional bergerak bersama batalkan Omnibus Law. BEM bersama rakyat Bali bergerak. Mari kita kumpul untuk melakukan aksi unjuk rasa terhadap pemerintah.
"SERANG, HANCURKAN, JARAH DAN BAKAR. #Balitidakdiam. #Mositidkapercaya. Bersama BEM PM Udayana - LBH Bali - BEM PM Undiknas - Serikat Demokratik Mahasiswa Nasional - Front Mahasiswa Nasional - Pembaru Bali - Seruni Bali - Politeknik Negeri Bali - FSPM Bali - AMP KK Bali."
Terkait poster yang berisi ajakan bikin rusuh itu dibantah oleh Aliansi Bali Tidak Diam. Korlap Aliansi Bali Tidak Diam, Dewa Gede Satya Rana Sika Kusuma menegaskan poster ajak bikin rusuh itu adalah ulah dari oknum tak bertanggungjawab. Dia mengaku Aliansi Bali Tidak Diam pernah menyebarkan poster ajakan untuk demo tapi tidak berisi provokasi bikin rusuh.
Gede Satya mengaku pihaknya tidak pernah menyebarkan poster ajakan untuk aksi demonstrasi yang mereka gelar hari ini, Kamis (22/10) sore. Dia mengatakan ciri-ciri dari poster yang dibuat dan disebarkan oleh Aliansi Bali Tidak Diam adalah terdiri atas dua warna, yakni hitam dan putih. Isi ajakan itu tidak untuk melakukan kerusuhan. Tapi menyuarakan penolakan terhadap UU Cipta Kerja Omnibus Law.
"Besok kami adakan demo. Tapi kami tidak pernah mencetak poster selain warna hitam dan putih dan kami tidak pernah menginisiasi aksi kerusuhan. Kami mengecam dan mengutuk oknum yang menginisiasi pemasang dan pembuat poster meresahkan itu," tegas Gede Satya saat gelar konferensi pers di Gedung Student Center, Unud, Jalan kemarin sore di Jalan Dr Goris Nomor 10 Dangin Puri, Denpasar Timur.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang