Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Sesak Nafas, Security Meregang Nyawa Usai Dikerok
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sani Riaman (49) merengang nyawa setelah punggungnya dikerok oleh temannya di kamar kos yang terletak di Jalan Gunung Soputan, Denpasar Barat, Minggu (25/10/2020) pagi. Sebelumnya, pria asal Jember Jawa Timur itu mengeluh sesak nafas usai mencuci mobil.
Saksi yang mengerok punggung korban yakni Martin Damga Mesa menerangkan, pagi sekitar pukul 08.30 WITA, korban pulang kerja dan minta tolong punggungnya dikerok.
Korban mengaku mengalami sesak nafas usai melap mobil dan juga muntah-muntah. "Korban ini security baru pulang habis kerja malam. Ia minta dikerok ke temannya karena sesak nafas," ujar sumber, Minggu (25/10/2020).
Saksi buruh proyek itu kemudian memijat korban dan membuatkan susu. Namun mendadak korban terjatuh dari tempat duduknya dan direbahkan di kamar. Saksi lalu mencari obat tapi terlihat korban lemas dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
Seketika penghuni kamar kos panik. Polisi datang bersama tim medis dan mengevakuasi korban sesuai protokol kesehatan yakni mengenakan pakaian APD.
"Jenazah korban sudah dibawa ke RSUP Sanglah," ujar sumber.
Sementara Kanitreskrim Polsek Denpasar Barat AKP Andi Muhamad Nurul Yaqin membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya menerima informasi dari para saksi bahwa korban mengeluh sakit sesak nafas.
"Korban awalnya sakit sesak nafas namun setelah dikerok meninggal dunia. Jenazah sudah dibawa ke RSUP Sanglah," terang AKP Yaqin.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3343 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 797 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan