Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Keluh Kesah Warga Batu Rotok Pasca-Ratusan Rumah Terbakar
BERITABALI.COM, NTB.
Desa Batu Rotok, Kecamatan Batulanteh, lokasi terjadinya kebakaran ratusan unit rumah pada Sabtu (7/11) lalu merupakan desa terpencil di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Akses jalan belum diaspal, penuh bebatuan, serta terjal. Membuat siapa saja yang datang harus berhati-hati. Selain akses jalan belum diaspal, Desa Batu Rotok, satu dari enam desa di Kecamatan Batulanteh ini belum memiliki aliran listrik dari PLN.
Sejumlah masyarakat menggunakan tenaga Surya dan mikro Hidro. Memanfaatkan air terjun alam dan debit air sebagai pembangkit listrik skala kecil. Jadi ketika air surut, lampu akan meredup bahkan mati. Cerita keterbatasan fasilitas dasar di desa berpenduduk petani ini semakin bertambah, dengan kebakaran hebat melahap ratusan rumah warga.

Sulitnya akses jalan menuju Desa Batu Rotok, terekam saat Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah mengunjungi lokasi kebakaran, Selasa (10/11). Gubernur Zul datang memboyong sejumlah kepala dinas OPD, menempuh perjalan dengan medan yang cukup berat, terlebih di musim hujan ini.
Bahkan orang nomor satu di Pemprov NTB ini harus rela terjungkal dari motor trail yang dikendarainya sendiri. Dari dalam tenda, Gubernur Zul mendengar keluh kesah warga korban kebakaran. Hariati, seorang ibu rumah tangga meminta perhatian berupa bantuan pemerintah karena musibah kebakaran tersebut.
"Pak Gubernur, kami sudah tidak punya rumah. Apalagi listrik dan sinyal internet," ungkap Hariati.
Kata ibu usia 45 tahun ini, banyak anak putus sekolah karena akses jalan yang rusak, serta lokasi sekolah yang jauh. Hal sama diungkapkan Makbullah, mengeluhkan kondisi jalan yang sejak dirinya lahir hingga sekarang, tidak ada perubahan sama sekali.
"Jalan rusak, gelap, sebelah kiri dan kanan jurang. Tiap hari jalan tersebut kami lalui," ungkap Makbullah sedih.
Laki-laki usia 38 tahun ini juga menceritakan masalah kesehatan di Desa Batu Rotok. Bahwa penyakit diare paling sering dirasakan masyarakat. Untuk berobat pun jauh. Lagi-lagi mereka harus melewati jalan yang cukup berbahaya.
"Kalau sakit kadang pakai obat tradisional. Kalau ke rumah sakit, jauh, bahaya," keluhnya.
Menanggapi keluhan warga, Gubernur Zul berjanji akan merealisasikannya segera. Dari semua keluhan warga, Gubernur Zul akan memprioritaskan pembangunan rumah.
"Dalam waktu dekat perumahan untuk masyarakat terdampak kebakaran akan segera dibangun," janji Gubernur Zul.
Ke depan lanjut Gubernur, masalah listrik, jalan, serta kesehatan akan terus diperhatikan.
"Beberapa kepala OPD sudah kami bawa. Jadi seluruh keluhan bapak ibu semua sudah dicatat. Dan saya minta untuk ditindaklanjuti," janji Zul lagi.
Kebakaran di Desa Batu Rotok, Sabtu (7/11) mengakibatkan 120 rumah terbakar serta 280 jiwa harus mengungsi tinggal di tenda-tenda darurat bantuan Pemprov NTB dan Pemkab Sumbawa.
Kebakaran berawal dari meledaknya aki di salah satu rumah warga. Karena sebagian rumah terbuat dari kayu, api cepat membesar dan menyebar ke rumah warga lainnya.
Reporter: Humas NTB
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang