Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Masa Pandemi, Edukasi Konservasi Karang Online Lebih Ramah Lingkungan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kegiatan edukasi konservasi terumbu karang secara online atau daring di masa pandemi Covid-19 dinilai lebih ramah lingkungan.
Edukasi online atau daring, selain menghindari tatap muka yang dapat menyebabkan penyebaran Covid-19 nyatanya juga dapat mengurangi emisi gas carbon.
“Ratusan bahkan ribuan orang mengadakan workshop bersama tanpa harus melakukan travel atau kumpul di suatu tempat. Berapa Carbon footprint yang dihemat, dibandingkan jika workshop dilakukan secara offline,” kata Penasehat Program Konservasi Kelautan, Coral Triangle Center (CTC), Marthen Willy ketika di konfirmasi di Denpasar pada Kamis (12/11).
Menurut Marthen, kedepan di era adaptasi normal baru sistem edukasi konservasi karang online harus tetap digunakan, kendati nantinya dapat dipadukan dengan sistem tatap muka.
Apalagi sistem online memungkinkan untuk menjangkau peserta yang lokasinya jauh dan melibatkan jumlah khalayak yang lebih luas.
Marthen mengungkapkan edukasi konservasi secara online memungkinkan untuk menampilkan berbagai model produk digital video, foto dan audio. Pada sisi lain edukasi konservasi secara online juga dapat menghemat biaya.
“Hemat biaya, bisa menjangkau orang-orang yang jauh sekalipun karena online, bahkan yang di luar negeri juga bisa. Kekuranganya waktu terbatas dan tidak bisa menjangkau masyarakat yang tidak punya akses internet,” ungkap Marthen.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2450 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1937 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1794 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun