Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Masa Pandemi, Edukasi Konservasi Karang Online Lebih Ramah Lingkungan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kegiatan edukasi konservasi terumbu karang secara online atau daring di masa pandemi Covid-19 dinilai lebih ramah lingkungan.
Edukasi online atau daring, selain menghindari tatap muka yang dapat menyebabkan penyebaran Covid-19 nyatanya juga dapat mengurangi emisi gas carbon.
“Ratusan bahkan ribuan orang mengadakan workshop bersama tanpa harus melakukan travel atau kumpul di suatu tempat. Berapa Carbon footprint yang dihemat, dibandingkan jika workshop dilakukan secara offline,” kata Penasehat Program Konservasi Kelautan, Coral Triangle Center (CTC), Marthen Willy ketika di konfirmasi di Denpasar pada Kamis (12/11).
Menurut Marthen, kedepan di era adaptasi normal baru sistem edukasi konservasi karang online harus tetap digunakan, kendati nantinya dapat dipadukan dengan sistem tatap muka.
Apalagi sistem online memungkinkan untuk menjangkau peserta yang lokasinya jauh dan melibatkan jumlah khalayak yang lebih luas.
Marthen mengungkapkan edukasi konservasi secara online memungkinkan untuk menampilkan berbagai model produk digital video, foto dan audio. Pada sisi lain edukasi konservasi secara online juga dapat menghemat biaya.
“Hemat biaya, bisa menjangkau orang-orang yang jauh sekalipun karena online, bahkan yang di luar negeri juga bisa. Kekuranganya waktu terbatas dan tidak bisa menjangkau masyarakat yang tidak punya akses internet,” ungkap Marthen.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5898 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4626 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2237 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan