Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 10 Oktober 2026
Tergelincir dari Atas Tebing, Bocah 10 Tahun Tewas
BERITABALI.COM, NTB.
Ahmad Zulaimi (10 tahun) warga Dusun Gunung Batu, Desa Pekat, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) meninggal tenggelam di sungai, setelah terpeleset dari atas tebing setinggi 20 meter dan jatuh di sungai Dusun Gunung Batu.
Paur Subbag Humas Polres Dompu Aiptu Hujaifah mengatakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 15.30 WITA, Jumat (27/11) sore. Saat itu korban bersama dua temannya berangkat menuju areal hutan di belakang perkampungan setempat. Dengan tujuan mencari jenis kayu serut untuk dijadikan tanaman kerdil atau bonsai.
Untuk menuju lokasi hutan, ketiganya berjalan beriringan. Korban yang berjalan paling belakang tiba tiba mendahului dua rekannya dan berjalan lebih cepat. Karena melihat kayu serut dari jauh dan hendak menuju ke tempat tersebut.
“Setelah agak jauh meninggalkan dua rekannya, tiba-tiba terdengar teriakan korban. Karena korban terpeleset lalu tergelincir dan disusul suara dentuman air akibat tubuh korban yang jatuh ke dalam sungai,” tutur Aiptu Hujaifah.
Mengetahui hal itu, kedua rekannya turun menuju sungai dan berusaha menolong. Keduanya berusaha menarik kaki korban yang sudah tenggelam.
“Berkali-kali kedua temannya ini mencoba menarik, namun tetap gagal. Dua temannya akhirnya memutuskan untuk meminta pertolongan masyarakat dan kembali ke perkampungan,” ujar Aiptu Hujaifah.
Mengetahui laporan dari masyarakat, Kapolsek Pekat Ipda Muh Sofiyan Hidayat S.Sos dan anggotanya juga masyarakat langsung menuju lokasi dan berhasil mengevakuasi mayat korban dari dalam sungai.
Kondisi korban nampak mulut mengeluarkan busa serta luka di pelipis kiri. Selanjutnya mayat korban dibawa menuju rumah orang tuanya di Desa Pekat.
Sementera terkait peristiwa itu, tambah Hujaifah, kedua orang tua korban Tahir (64 tahun) dan Rianim (50 tahun) ikhlas menerima kejadian itu sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi.
“Terhadap peristiwa tersebut Kapolsek Pekat menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar menjadikan musibah ini sebagai pembelajaran bagi para orang tua untuk lebih memperhatikan dan mengontrol aktivitas anak-anaknya agar tidak terjadi hal-hal yang berisiko seperti ini,” pungkasnya.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 2057 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1805 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1633 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1368 Kali
Anggota Polsek Manggis Dianiaya, Pinggul Patah
Dibaca: 910 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan