Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Staf Khusus Presiden Jawab Isu Keraguan Masyarakat Soal Vaksin Covid-19
BERITABALI.COM, TABANAN.
Staf Khusus Presiden RI, Anak Agung Gede Ngurah Ari Dwipayana angkat bicara soal masih adanya keraguan terhadap vaksin Covid-19 di tengah masyarakat yang rencananya akan disuntikan secara bertahap ke masyarakat dengan penentuan umur tertentu.
Ia menyampaikan, sosialisasi tentunya meski gencar dilakukan dengan melibatkan berbagai elemen.
"Tidak hanya sosialisasi dilakukan oleh Pemerintah saja. Akan tetapi melibatkan berbagai kelompok masyarakat apakah para ilmuwan, Perguruan tinggi serta melibatkan tokoh-tokoh agama. Agar masyarakat yakin dan percaya apa menjadi upaya Pemerintah melakukan vaksinasi tersebut," jelasnya pada Minggu (20/12) di Desa Bangli, Baturiti, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali.
Selain itu, lanjutnya, Komite Pemulihan Ekonomi Nasional telah melakukan komunikasi dan edukasi juga terkait vaksin Covid-19 tersebut.
"Telah diperhatikan terkait keamanan vaksin agar betul-betul aman. Maka dari itu, Bapak Presiden memberikan arahan agar proses pengadaan vaksin mengikuti tahapan koridor saintifik. Seperti halnya disebut dengan Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM, dalam artian seluruh vaksin nantinya dicek terlebih dahulu oleh BPPOM termasuk kasiat dan mutunya," ungkapnya.
"Jadi aspek keamanan memang menjadi pertimbangan Bapak Presiden. Saat ini seluruh komite bekerja guna memastikan aspek keamanan dan khasiat dari BPOM," ucapnya.
Selanjutnya melihat dari akses masyarakat terhadap vaksin, Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menyampaikan bahwasanya vaksin tersebut gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.
"Jadi, ini artinya akses tersebut diberikan kepada semua dan negara hadir," tandasnya.
Terkait aspek kehalalan juga dilakukan dengan melibatkan lembaga-lembaga organisasi kemasyarakatan, keagamaan terutama Ormas Islam NU dan Muhammadiyah, untuk memastikan vaksin tersebut benar-benar halal.
"Jadi hal tersebut menjadi konsen Bapak Presiden. Selanjutnya dari aspek keterjangkauan dan akses tersebut misalnya akan dipersiapkan melalui distribusi, simulasi vaksinasi ke seluruh daerah. Jika dilihat Kementerian Kesehatan RI juga telah melakukan simulasi dan memastikan distribusi berjalan baik," tutupnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2505 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun