Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Staf Khusus Presiden Jawab Isu Keraguan Masyarakat Soal Vaksin Covid-19
BERITABALI.COM, TABANAN.
Staf Khusus Presiden RI, Anak Agung Gede Ngurah Ari Dwipayana angkat bicara soal masih adanya keraguan terhadap vaksin Covid-19 di tengah masyarakat yang rencananya akan disuntikan secara bertahap ke masyarakat dengan penentuan umur tertentu.
Ia menyampaikan, sosialisasi tentunya meski gencar dilakukan dengan melibatkan berbagai elemen.
"Tidak hanya sosialisasi dilakukan oleh Pemerintah saja. Akan tetapi melibatkan berbagai kelompok masyarakat apakah para ilmuwan, Perguruan tinggi serta melibatkan tokoh-tokoh agama. Agar masyarakat yakin dan percaya apa menjadi upaya Pemerintah melakukan vaksinasi tersebut," jelasnya pada Minggu (20/12) di Desa Bangli, Baturiti, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali.
Selain itu, lanjutnya, Komite Pemulihan Ekonomi Nasional telah melakukan komunikasi dan edukasi juga terkait vaksin Covid-19 tersebut.
"Telah diperhatikan terkait keamanan vaksin agar betul-betul aman. Maka dari itu, Bapak Presiden memberikan arahan agar proses pengadaan vaksin mengikuti tahapan koridor saintifik. Seperti halnya disebut dengan Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM, dalam artian seluruh vaksin nantinya dicek terlebih dahulu oleh BPPOM termasuk kasiat dan mutunya," ungkapnya.
"Jadi aspek keamanan memang menjadi pertimbangan Bapak Presiden. Saat ini seluruh komite bekerja guna memastikan aspek keamanan dan khasiat dari BPOM," ucapnya.
Selanjutnya melihat dari akses masyarakat terhadap vaksin, Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menyampaikan bahwasanya vaksin tersebut gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.
"Jadi, ini artinya akses tersebut diberikan kepada semua dan negara hadir," tandasnya.
Terkait aspek kehalalan juga dilakukan dengan melibatkan lembaga-lembaga organisasi kemasyarakatan, keagamaan terutama Ormas Islam NU dan Muhammadiyah, untuk memastikan vaksin tersebut benar-benar halal.
"Jadi hal tersebut menjadi konsen Bapak Presiden. Selanjutnya dari aspek keterjangkauan dan akses tersebut misalnya akan dipersiapkan melalui distribusi, simulasi vaksinasi ke seluruh daerah. Jika dilihat Kementerian Kesehatan RI juga telah melakukan simulasi dan memastikan distribusi berjalan baik," tutupnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2275 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan