Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
Selain Covid-19, DB dan ISPA Mengintai Saat Musim Hujan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Di tengah merebaknya Virus Covid-19 di kota Denpasar ditambah datangnya musim penghujan membuat kewaspadaan akan kesehatan perlu tetap diperhatikan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini, Kamis (24/12) di Kota Denpasar mengatakan selain virus Covid-19, ancaman penyakit Demam Berdarah (DB) dan infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA juga perlu diwaspadai, karena sangat berpotensi ada.
"Selain Covid seiring dengan musim penghujan ini maka penyakit DB serta penyakit ISPA harus diwaspadai juga," ucapnya.
Meskipun demikian jika dilihat secara umum keadaan atau kondisi kesehatan masyarakat akhir tahun di kota Denpasar terdata masih dalam kondisi baik.
"Penerapan Prokes sudah semakin baik, terutama dalam pemakaian masker. Hanya dalam hal ini perlu masih ditekankan kembali tetap menjaga jarak dimana pun dan kapan pun dengan siapa pun," sebutnya.
Selain itu, ia menambahkan juga selalu mencuci tangan di air mengalir pakai sabun sebelum dan sesudah memegang sesuatu karena penularan lokal Covid-19 masih terjadi.
"Jaga kesehatan dengan selalu berolahraga minimal 30 menit sehari serta penting juga mengkonsumsi makanan bergizi tidak harus mahal. Ingat juga kebersihan lingkungan dan rumah, tidak ada air tergenang sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti," katanya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7705 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5627 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3526 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan