Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
3 Rumah di Jembrana Hanyut Diterjang Banjir
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Hujan deras yang melanda Kecamatan Pekutatan Kabupaten Jembrana Jumat (15/01/2021) dini hari membuat air sungai Desa Pulukan-Medewi meluap. Akibatnya sejumlah rumah milik warga yang tinggal di pinggiran sungai tersebut hanyut.
Dari pantauan di lokasi, tampak bekas luapan air sungai yang membatasi Desa Pulukan dan Desa Medewi tersebut mengikis tanah sawah juga merobohkan pohon kelapa dan pohon pisang perkebunan milik warga setempat.
Selain itu hewan ternak juga mati. Sejumlah rumah warga juga rusak akibat banjir bandang tersebut. Air juga menggenangi rumah-rumah milik warga. Tim Reaksi Cepat dari BPBD Jembrana langsung terjun ke lokasi guna membantu warga yang rumahnya terdampak banjir.
Selain rumah, air bah juga memutus aliran jaringan listrik dan jaringan internet. Saksi mata Mujayati (55) warga Loloan Desa Medewi Pekutatan Jembrana menuturkan, dirinya baru sadar air bah sudah menggenangi pondasi rumahnya saat dibangunkan oleh anaknya.
Mengetahui ada banjir dirinya berusaha menyelamatkan barang dari rumahnya. "Setelah saya bangun, dan saya lihat air sudah setinggi lutut. Air makin besar dan menghanyutkan rumah saya," kata Mujiyati di lokasi pengungsian.
Hingga saat ini 10 KK lebih masih mengungsi di tenda pengungsian, karena hujan deras masih terjadi pasca banjir bandang yang terjadi di sungai tersebut.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3312 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan