Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
3 Rumah di Jembrana Hanyut Diterjang Banjir
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Hujan deras yang melanda Kecamatan Pekutatan Kabupaten Jembrana Jumat (15/01/2021) dini hari membuat air sungai Desa Pulukan-Medewi meluap. Akibatnya sejumlah rumah milik warga yang tinggal di pinggiran sungai tersebut hanyut.
Dari pantauan di lokasi, tampak bekas luapan air sungai yang membatasi Desa Pulukan dan Desa Medewi tersebut mengikis tanah sawah juga merobohkan pohon kelapa dan pohon pisang perkebunan milik warga setempat.
Selain itu hewan ternak juga mati. Sejumlah rumah warga juga rusak akibat banjir bandang tersebut. Air juga menggenangi rumah-rumah milik warga. Tim Reaksi Cepat dari BPBD Jembrana langsung terjun ke lokasi guna membantu warga yang rumahnya terdampak banjir.
Selain rumah, air bah juga memutus aliran jaringan listrik dan jaringan internet. Saksi mata Mujayati (55) warga Loloan Desa Medewi Pekutatan Jembrana menuturkan, dirinya baru sadar air bah sudah menggenangi pondasi rumahnya saat dibangunkan oleh anaknya.
Mengetahui ada banjir dirinya berusaha menyelamatkan barang dari rumahnya. "Setelah saya bangun, dan saya lihat air sudah setinggi lutut. Air makin besar dan menghanyutkan rumah saya," kata Mujiyati di lokasi pengungsian.
Hingga saat ini 10 KK lebih masih mengungsi di tenda pengungsian, karena hujan deras masih terjadi pasca banjir bandang yang terjadi di sungai tersebut.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan