Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Tertekan Pandemi Covid-19, Ratusan Warga di Thailand Lakukan Ritual Ini
beritabali.com/ist/suara.com/Tertekan Pandemi Covid-19, Ratusan Warga di Thailand Lakukan Ritual Ini
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ratusan warga Thailand melakukan sebuah ritual upacara pemakaman di tengah pandemi Covid-19 untuk memohon keberuntungan dan memulai sesuatu yang baru.
Menyadur National Post, Kamis (28/1/2021) Kuil Wat Bangna Nai di ibu kota Thailand menarik lebih dari 100 orang setiap hari yang memilih untuk melakukan upacara dengan harapan dapat meningkatkan keberuntungan.
Para peserta ritual memegang seikat bunga dan berbaring di peti mati dengan selembar kain menutupi mereka dan para biksu bernyanyi.
Tekanan hidup selama pandemi virus corona telah membuat ritual tersebut menjadi semakin banyak yang melakukannya.
"Saya harus mengakui bahwa saya stres akhir-akhir ini karena penghasilan saya berkurang karena pandemi dan saya yakin semua orang di sini merasakan hal yang sama," kata Nutsarang Sihard, seorang pemilik warung makan berusia 52 tahun.
Setiap warga yang ikut upacara tersebut membayar 100 baht (Rp 46.000) untuk bunga, lilin, dan pakaian yang menjadi bagian dari upacara.
Mereka mengikuti instruksi para biksu, dengan berbaring di peti mati dengan kepala menghadap ke barat, arah jenazah dikuburkan.
Saya merasa seperti terlahir kembali, hidup kembali dan menjadi orang baru," kata Nutsarang.
Chonlathit Nimimenwai (23) mengatakan dia ikut upacara tersebut karena petunjuk dari seorang penasihatnya yang mengatakan bahwa hidupnya dalam bahaya.
"Itu membuat saya merasa stres. Itu sebabnya saya di sini hari ini karena saya ingin merasa lebih baik." ujar Chonlathit.
Biksu Prakru Prapath Waranukij, penuntun upacara tersebut, mengatakan bahwa meskipun ritual tersebut mendapat beberapa kritik, dia mengungkapkan penting untuk merenungkan kematian.
"Itu mengingatkan orang bahwa suatu hari kita akan mati, jadi kita harus berhati-hati dengan cara kita menjalani hidup," katanya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan