Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Manajer DTW Tanah Lot Meninggal, Staf Sempat Kaget
BERITABALI.COM, TABANAN.
Manager Operasional DTW Tanah Lot I Ketut Toya Adnyana menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin (1/2). Informasi ini mengagetkan semua staf jajarannya, karena dua hari sebelumnya atau saat hari raya Saraswati, almarhum sempat ke ngantor.
Meninggalnya Toya Adnyana juga disebutkan oleh asisten manajer operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana. Sudiana mengatakan, almarhum meninggal di RSUP Sanglah sekitar Pukul 16.00 WITA.
"Kebetulan saya dapat informasi dari menantu bapak (Toya Adnyana, red) sekitar jam 4 sore tadi mengatakan kalau bapak sudah meninggal di RSUP Sanglah," terangnya.
Almarhum Toya Adnyana sendiri dikabarkan memiliki sakit jantung dan sempat kambuh sehingga dilarikan ke rumah sakit. Saat ini, jenazah dikabarkan masih berada di RS Sanglah," rencananya hari Jumat dibawa ke rumah duka dan hari minggu upacara ngaben,"ucapnya.
Rasa kaget akan informasi meninggalnya Toya Adnyana juga menyelimuti jajaran staf Manager DTW Tanah Lot. "Saya juga sempat terkejut tadi, sebenarnya bapak sudah sakit cukup lama, dan bulan belakangan ini memang kondisi bapak menurun, tetapi bapak masih bisa ke kantor dua hari lalu pas Saraswati," ucap Agustina salah satu staf di DTW Tanah Lot.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2444 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1936 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun