Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Pelinggih dan Bale Dawe Hancur Ditimpa Pohon di Pupuan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Setelah hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di kawasan Desa Munduktemu, Pupuan, Senin (1/2) malam menyebabkan pohon tumbang menimpa pelinggih serta Bale Dawe di Pura Subak Abian Batur Ibu, Desa Adat Anggasari, Banjar Anggasari Kaja, Desa Munduktemu, Kecamatan Pupuan.
Akibatnya pelinggih tersebut rusak parah terutama di bagian tengah. Kapolsek Pupuan AKP Ketut Agus Wicaksana Julyawan menjelaskan, dari data yang dihimpunnya diperkirakan pohon tumbang terjadi Senin malam Pukul 23.00 WITA. Sebab malam itu kawasan Desa Munduktemu dilanda hujan deras dan angin kencang.
"Pohon tumbang timpa pelinggih baru kita ketahui Selasa pagi kemudian dilaporkan ke aparat desa dan diteruskan ke polisi," ungkapnya Selasa (2/2).
Kata dia, pohon yang tumbang tersebut jenis kayu angih berdiameter 20 centimeter. Pohon tumbang menimpa Pelinggih Ratu Nyoman serta Bale Dawe di Pura Setempat. Kerugian diperkirakan sekitar Rp 100 juta lantaran pelinggih dan bale dawe rusak parah dan harus dibangun total.
Setelah diketahui, pihak Desa Adat setempat serta Pangempon Pura sudah melakukan koordinasi untuk pelaksanaan pembersihan. Sebab, saat ini di desa adat setempat masih belum bisa melaksanakannya lantaran tengah Cuntaka Desa.
"Informasi dari Desa Adat setempat, pembersihan akan dilaksanakan Kamis nanti. Karena saat ini masih terjadi sebel desa," terangnya.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2959 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2020 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1811 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun