Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Warga Dengar Suara Gemuruh dari Gunung Agung, Ini Kata Kepala Pos Pengamatan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Warga yang tinggal di lereng sebelah timur Gunung Agung pagi ini, Kamis (04/02/2021) dikagetkan suara gemuruh yang diduga berasal dari kawah Gunung Agung.
Seperti kesaksian Wayan Wageana salah seorang warga yang tinggal di lereng bagian timur Gunung Agung tepatnya wilayah Batu Dawe, Tulamben, Kubu, Karangasem bahwa memang benar ia mendengar secara langsung suara gemuruh sebanyak dua kali.
Hanya saja, sumbernya belum bisa dipastikan apakah itu berasal dari kawah Gunung Agung atau bukan karena saat suara terdengar visual Gunung Agung dari tempatnya mendengar sedang tertutup kabut.
"Ya saya mendengar langsung suara gemuruh sebanyak 2 kali, yang pertama kecil kemudian yang kedua gemuruhnya lumayan keras," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Agung, I Dewa Mertayasa dikonfirmasi terkait suara gemuruh tersebut mengatakan sejauh ini dari sisi kegempaan Gunung Agung masih stabil tidak ada menunjukkan adanya pergerakan atau peningkatan aktivitas vulkanik.
"Dari pos tidak tidak terdengar, dari sisi kegempaan juga masih stabil. Kemungkinan ada runtuhan di luar," kata Dewa Mertayasa ketika dikonfirmasi.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2956 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2019 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun