Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
Badung Luncurkan Inovasi Program Matanabe dan Sibertani
Antisipasi Gejolak Harga Cabai
BERITABALI.COM, BADUNG.
Guna mengantisipasi gejolak harga cabai akibat turunnya produksi dan lemahnya alur distribusi, Pemkab. Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan bekerja sama dengan Bank BPD Bali dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Badung meluncurkan program Masyarakat Tanam Cabai (Matanabe) dan Siswa Belajar Bertani (Sibertani). Peluncuran ini ditandai dengan penyerahan bibit cabai secara simbolis kepada masyarakat bertempat di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Kamis (4/2).
Acara penyerahan bibit ini juga dihadiri oleh Direktur Operasional Bank BPD Bali Ida Bagus Gede Setia Yasa, Kadis LHK I Wayan Puja dan Kabag Perekonomian AA Sagung Rosyawati Setda Kabupaten Badung.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana mengatakan, salah satu permasalahan klasik yang dihadapi setiap tahun adalah adanya gejolak harga cabai yang merugikan petani dan memberatkan masyarakat. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah melalui kegiatan pengembangan hortikultura dan pengaturan pola tanam namun belum mampu mengatasi masalah fluktuasi harga cabai tersebut karena faktor produksi dan distribusi.
Lebih lanjut dikatakannya, budidaya cabai memang memiliki resiko tinggi karena sangat rentan terhadap serangan hama khususnya saat musim penghujan, membutuhkan modal yang besar sebagai biaya produksi dan harus mendapat pemeliharaan yang serius serta dibutuhkan penanganan pasca panen yang tepat karena cabai tergolong sayuran mudah busuk.
Untuk itu guna mengatasi permasalahan tersebut dan dalam rangka menjaga ketahanan pangan keluarga ditengah pandemi Covid-19 saat ini, pihaknya bekerjasama dengan BPD Bali melalui program CSR dengan meluncurkan kegiatan Matanabe dan Sibertani. Melalui kegiatan ini, kami harapkan masyarakat dapat memanfaatkan lahan pekarangan minimal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan menanam cabai, tomat, terong, sayuran dan sebagainya.
"Sedangkan Sibertani bertujuan untuk menumbuhkan minat para siswa agar tertarik menekuni bidang pertanian sebagai petani milenial,” katanya.
Sementara itu Direktur Operasional Bank BPD Bali Ida Bagus Gede Setia Yasa, menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Pangan untuk meningkatkan produksi cabai sekaligus mendorong minat masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan melalui program Matanabe dan Sibertani ini. Pihaknya juga siap memfasilitasi program lainnya dalam rangka untuk pemberdayaan petani dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui program CSR Bank BPD Bali.
Dalam program Matanabe dan Sibertani, Desa Adat Dalung dan beberapa sekolah dipilih sebagai uji coba percontohan dikarenakan merupakan daerah transisi perdesaan dan perkotaan yang berkembang pesat sangat ideal untuk pengembangan urban farming. Masing-masing KK diberikan bantuan bibit cabe dan pupuk sebagai stimulus serta akan didampingi para penyuluh pertanian. Jika kegiatan ini berhasil akan dirancang setiap tahun di desa lainnya untuk meningkatkan luas tanam produksi cabai dalam mengantisipasi melonjaknya harga cabai.
Reporter: Humas Badung
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7714 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5627 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3526 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan