Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
5 Hal yang Bisa Dilakukan Jika Memiliki Keluarga Penderita Epilepsi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Masalah kesehatan epilepsi dapat mempengaruhi setiap orang dengan cara yang berbeda. Bukan hanya pada pengidapnya, epilepsi juga dapat mempengaruhi keluarga orang yang mengalaminya.
Epilepsi sendiri merupakan kondisi neurologis yang menyebabkan seseorang mengalami kejang berulang.
Bagaimana epilepsi memengaruhi kehidupan seseorang sering kali bergantung pada jenis dan frekuensi yang dialami seseorang.
Misalnya kejang, hal itu dapat sangat menakutkan bagi penderita maupun keluarga penderita di awal-awal kejadian.
Merawat orang dengan penderita epilepsi juga membutuhkan banyak kekuatan serta keberanian. Berikut hal yang perlu diingat jika keluarga Anda terkena epilepsi, melansir dari healthshots:
1. Pelajari Kondisinya
Kunci untuk menangani jenis kejang epilepsi adalah mempelajari lebih lanjut tentang epilepsi dan bagaimana cara merawat orang yang menderita epilepsi.
Bacalah sebanyak yang Anda bisa, bicarakan dengan dokter dan hubungi kelompok pendukung epilepsi untuk informasi lebih lanjut yang akan membuat Anda merasa lebih percaya diri sebagai pengasuh.
2. Komunikasi yang baik sangat penting
Komunikasi teratur yang jelas dapat mendorong orang yang Anda sayangi untuk terbuka. Dengarkan dan beri semangat saat mereka frustrasi dengan kondisi gejala mereka.
3. Buat catatan
Catat setiap keadaan yang terjadi sebelum kejang dan cari pemicunya. Hal ini bisa berupa stres, kurang tidur, kurang makan, pengobatan, atau perubahan hormon. Buat lah jurnal dan tulis secara detail seperti waktu, durasi, perilaku sebelum dan sesudah.
4. Sikap bertindak
Penderita epilepsi dapat melakukan sebagian besar aktivitas yang dapat dilakukan orang lain, dengan sedikit pengawasan dan dukungan ekstra.
Dorong semangat untuk orang yang Anda rawat dan terlibat lah dalam rekreasi dan kegiatan sosial. Anda juga bisa terlibat dengan mereka dan ikut membuat aktivitas. Seperti aktivitas melukis atau berjalan-jalan, atau bahkan bernyanyi bersama.
5. Jaga dirimu
Sangat penting untuk menjaga diri sendiri dan memiliki waktu untuk diri sendiri. Pengasuh dari penderita epilepsi sering menghadapi situasi mereka sendirian dan merasa sangat terisolasi yang berdampak pada kesehatan mental mereka.
Luangkan waktu untuk diri sendiri untuk melakukan aktivitas yang Anda sukai, seperti berolahraga, membaca, atau jalan-jalan bersama teman. Dengan menjaga diri sendiri, Anda akan mampu merawat orang lain dengan lebih baik.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2401 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1932 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun