Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Sadis! Bayi Dilempar dari Atap Rumah Hingga Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Bayi dilempar dari atap rumah hingga tewas. Pelakunya monyet. Monyet lempar bayi dari atap setelah diculik.
Bayi itu masih berusia 8 bulan. Menyadur Deccan Herald, Senin (15/2/2021) Kepolisian Tamil Nadu India mengatakan mereka sedang menyelidiki kematian bayi berusia delapan akibat dilempar seekor monyet dari atap rumahnya.
Penyerangan itu terjadi pada Sabtu pekan lalu. Saat itu bayi perempuan kembar tersebut sedang tidur di rumah mereka di negara bagian Tamil Nadu.
Awalnya ibu bayi, Bhuvaneshwari mendengar suara tangisan bayi. Ia pun bergegas ke kamar dan memeriksa bayinya.
Ia kemudian kaget dan berteriak melihat bayinya dibawa oleh seekor monyet.
Bhuvaneshwari langsung bergegas ke luar rumah dan melihat bayinya sudah dibawa oleh seekor monyet ke atap rumahnya.
"Mendengar teriakannya, para tetangga berkumpul untuk membantu dan mencoba menyelamatkan anak-anak," kata petugas polisi itu.
Ketika orang-orang berusaha untuk mengambil bayi tersebut, monyet-monyet itu menjatuhkan seorang bayi ke atap dan melemparkan bayi yang lain.
Seorang bayi jatuh ke saluran pembuangan dan meninggal dan bayi yang lain berhasil selamat, menurut keterangan dari pihak berwajib.
Kasus monyet menyerang manusia atau mencuri makanan dari rumah penduduk sudah biasa di negara tersebut, tetapi untuk penculikan anak jarang terjadi.
Dua tahun lalu, monyet membawa bayi yang tidur di bawah kelambu di sebuah rumah di Odisha. Bayi itu kemudian ditemukan tewas.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3338 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan