Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Produk IKM Lokal Bali Masih Berpeluang Tembus Pasar Global
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Meskipun di tengah Pandemi produk lokal produksi pelaku Industri Kecil Menengah atau IKM Bali dinilai masih berpeluang tembus pasar luar negeri karena memiliki keunikan, produknya alami, dan punya nilai lebih.
"Menurut saya, masih sangat besar peluang pasar di luar negeri meskipun dalam kondisi seperti ini," jelas salah satu pelaku IKM di Gianyar, pemilik usaha Rays Bali Oil, Sang Made Rai Suyasa, belum lama ini di Gianyar.
Dalam kondisi saat ini dirinya berharap, Pemerintah bisa tetap turut serta membantu terutama dalam hal pemasaran agar produk dapat lebih masif terserap pasar.
"Regulasi, legalitas terbentur biaya, jika bisa diberi kemudahan terkait perizinan khususnya izin edar. Jika dilihat saat ini pelaku IKM masih di bawah para pengusaha besar," ujarnya.
Jika bisa, kata dia, Pemerintah dapat sesering mungkin memberi informasi terkait kondisi perekonomian maupun yang berkaitan dengan pemasaran global.
"Informasi penting, agar kami bisa mengetahui kondisi pasar yang berkembang saat ini maupun yang akan datang seperti apa. Setidaknya kita (pelaku IKM) dapat melakukan langkah tepat dalam menyasar pasar serta melakukan produksi," ucapnya.
Dirinya berharap agar pandemi bisa cepat berlalu dan perekonomian dapat berjalan seperti sediakala.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 522 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 423 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 368 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 315 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun