Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
5 Fakta Tentang Pil Kontrasepsi Darurat
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kontrasepsi darurat, atau yang dikenal sebagai morning after pill atau pil Plan-B, dapat menjadi cara aman untuk mencegah kehamilan tidak diinginkan setelah berhubungan seks tidak aman.
Pil ini mengandung hormon levonorgestrel yang dapat memblokir ovulasi, menghentikan pembuahan, atau mencegah sel telur yang telah dibuahi menempel ke dinding rahim.
Ada berbagai merek pil kontrasepsi darurat, dan dijual secara bebas di apotek.
Namun, sebelum mengonsumsinya, Anda perlu mengetahui fakta-fakta tentang kontrasepsi darurat ini:
1. Berat badan memengaruhi kefektifan pil
Jika Anda memiliki indeks massa tubuh lebih dari 25, pil Plan-B ini akan kurang efektif, menurut Insider.
Sebuah studi pada 2015 menemukan levonorgestrel kurang efektif pada peserta dengan IMT 25 dibanding kontrasepsi darurat lainnya, seperti ulipristal acetate (Ella) atau IUD tembaga.
2. Semakin cepat mengonsumsinya, semakin efektif
Pil ini dapat diminum hingga tiga hari (72 jam) sejak melakukan hubungan seks, tetapi yang paling efektif adalah meminumnya sesegera mungkin. Kemanjuran akan berkurang seiring berjalannya hari.
Keefektifannya 95 persen pada 12 hingga 24 jam, jika meminumnya 48 hingga 72 jam setelahnya akan turun menjadi 61 persen.
3. Plan B dapat menyebabkan haid tidak teratur
Pil dapat menganggu siklus menstruasi, jadi kemungkinan tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali haid.
Biasanya menstruasi akan tertunda tiga hingga ilma hari, atau mungkin datang lebih awal dari biasanya. Anda juga mungkin akan mengalami bercak atau aliran darah yang lebih ringan atau berat.
4. Pil Plan B tidak memengaruhi kesuburan
Salah satu kesalahpahaman umum tentang Plan B, atau kontrasepsi darurat apa pun, adalah bahwa pil akan memengaruhi kesuburan.
"Faktanya, (Levonorgestrel) adalah progesteron," kata Lee Roosevelt , perawat-bidan bersertifikat dan asisten profesor klinis di University of Michigan.
5. Pil kontrasepsi darurat bukanlah obat aborsi
Kesalahpahaman umum lainnya tentang Plan B adalah bahwa pil akan menggugurkan kehamilan. Ini tidak benar. Plan B hanya akan mencegah terjadinya ovulasi dan tidak berpengaruh pada kehamilan yang sudah dimulai.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan