Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 4 Juli 2026
Pabrik AMDK Gianyar Mulai Diuji Coba
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Gianyar di Banjar Bukian Kawan, Desa Bukian, Kecamatan Payangan diuji coba, Kamis (25/2).
Hanya saja, hasil uji coba air kemasan dengan nama Be Gianyar Mineral Water ini tak langsung dipasarkan. Perusda Tirta Sanjiwani (PDAM Gianyar) saat ini masih proses melengkapi sejumlah perizinan.
Dirut Perusda Tirta Sanjiwani Gianyar, Made Sastra Kencana mengatakan masih perlu persiapan sarana prasarana lain sebelum siap dipasarkan.
"Peralatan lab kita masih kurang. Tapi kita terus berproses. Besok kita uji produksi," jelasnya.
Selanjutnya, akan dilakukan pula tahap pengambilan sampel, menganalisis titik kritis sampai produk siap minum. "Untuk siap minum ini, kita butuh uji lab sekitar satu sampai dua jam," ujarnya.
Made Sastra Kencana juga masih intens berkomunikasi dengan BPOM RI Terkait izin edar. "Sebelumnya, kita akan lakukan uji SNI. Targetnya April, pas HUT Kota Gianyar kita launching," jelasnya.
Adapun mesin-mesin yang akan diuji coba di pabrik yang berdiri di Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali ini terdiri dari tujuh unit. Diantaranya, mesin galon yang dapat menghasilkan 270-300 galon per jam, mesin cup 240 mililiter (ml) yang dapat menghasilkan 160 dus per jam.
Lainnya mesin botol 330 ml, mesin botol 1.500 ml, mesin botol kaca, terakhir mesin blowing atau pembuat botol.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 2861 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1086 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 482 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 393 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun