Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Suami Aniaya Istri Gegara Tak Terima Uang Hasil Kerja Dipakai Belanja
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang pria berinisial AR (36) tega menganiaya istrinya, SZ. Peristiwa suami aniaya istri itu terjadi di Desa Petapahan Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar.
AR tega menganiaya karena uang hasil kerjanya sebesar Rp12 juta habis di tangan istrinya. Padahal, istirnya telah menjelaskan bahwa uang itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Peristiwa suami aniaya istri ini bermula ketika AR dan SZ beradu mulut karena uang sebesar Rp12 juta itu habis.
Kapolsek Tapung Kompol Sumarno mengatakan, saat itu AR meminta agar SZ menjelaskan terkait dengan penggunaan uang tersebut.
"Korban menjawab bahwa uang tersebut dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, mendengar penjelasan itu pelaku tidak terima dan langsung melakukan pemukulan terhadap korban selaku istrinya itu," kata Kompol Sumarno, Kamis (25/2/2021).
Pemukulan itu dilakukan di depan anaknya. Lalu anaknya berinisiatif membawa SZ keluar rumah untuk menghindari amukan AR.
Ternyata AR kembali mendatangi keduanya. Kali ini, AR datang dengan membawa parang dan mengancam SZ.
"Atas kejadian itu korban kemudian melapor ke Polsek Tapung untuk pengusutannya," katanya.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap AR pada Selasa (23/2/2021).
Kepada polisi, AR telah mengakui perbuatannya. Dia pun telah diamankan di Polsek Tapung untuk menjalani proses hukum.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2937 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2013 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun