Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Polisi Bekuk Penyiram Air Keras Terhadap Pelajar
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Polres Metro Tangerang Kota menangkap penyiram air keras terhadap seorang pelajar berinisial FI (16). Pelaku berinisial RZ, MS, dan MB.
Ketiganya ditangkap di kawasan Rangkas Bitung, Banten, pada Rabu (24/2/2021) malam.
Peristiwa penyiraman air keras terhadap pelajar tersebut terjadi di Jalan Maulana Hasanuddin, Cipondoh, Kota Tangerang, pada Kamis (18/2/2021) pukul 03.00 WIB.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Deonijiu De Fatima menjelaskan, insiden bermula ketika dua kelompok pelajar berjanjian melalui instagram untuk tawuran.
"Mereka melakukan perjanjian lewat instagram. Telah terjadi kesepakatan, mereka melakukan pertemuan di daerah Poris. Lempar-melempar, kemudian kejar-mengejar terjadi," papar Deonijiu kepada awak media, Kamis (25/2/2021).
Deonijiu mengatakan, di tengah-tengah tawuran, korban mencoba kabur. Sialnya, korban terjatuh dan tersangka RZ menyiram air keras ke korban.
Tak hanya sampai disitu, RZ dan dua tersangka lain juga membacok korban dengan celurit yang mengakibatkan luka di bagian punggung korban.
"Korban jatuh, kemudian disiram air keras dan ada beberapa yang menggunakan celurit," ungkap Deonijiu.
Korban yang mengalami luka bacok dan air keras langsung dilarikan ke RSUD Kabupaten Tangerang.
Sementara itu, ketiga pelaku akan dikenakan Pasal 170 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman 9 tahun penjara.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun