Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Kian Berkurang, Seekor Gajah Liar Ditemukan Mati
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seekor gajah liar ditemukan mati dengan mengenaskan di kawasan Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya Provinsi Aceh. Kondisi ini tentu semakin menurunkan jumlah populasi gajah selama ini.
Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh Agus Arianto, mengatakan gajah liar yang ditemukan mati tersebut sebelumnya dilaporkan oleh petugas BKSDA yang bertugas di Kabupaten Aceh Jaya.
"Saat ini tim masih bergerak ke lokasi, benar ada seekor gajah liar yang ditemukan mati oleh warga," katanya, seperti dikutip dari ANTARA, Jumat (05/03/2021).
BKSDA Provinsi Aceh kemudian membentuk tim guna melakukan pengecekan langsung ke Kabupaten Aceh Jaya, untuk memastikan penyebab kematian gajah tersebut.
Di dalam tim tersebut, kata Agus Arianto, juga terdapat tim dokter guna melakukan autopsi terkait kematian gajah.
Selain melakukan pemeriksaan guna memastikan penyebab kematian gajah, pihaknya juga memastikan akan melaporkan kasus tersebut kepada kepolisian di Aceh Jaya.
"Jadi, kami pastikan gajah yang mati ini adalah gajah liar, bukan gajah yang selama ini berada di unit konservasi di Aceh Jaya," kata Agus Arianto menegaskan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2026 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun