Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Divaksin Covid-19, De Gadjah: Sama Sekali Tidak Sakit
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tahapan vaksinasi Covid-19 mulai merambah ke sektor pejabat publik, wartawan dan pelayanan publik. Di balik penyuntikan vaksin Covid-19, ada cerita menarik yang dialami penerima vaksin.
Seperti yang diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Made Muliawan Arya. Pria yang akrab dipanggil De Gadjah mengakui awalnya akan terasa sakit saat disuntik. Namun, hal itu sangat tidak terbukti dan malah merasa sebaliknya.
Ternyata saat disuntik, ia merasa sama sekali tidak sakit dan jarum suntikan lembut saat masuk ke tubuhnya.
"Dokter bilang jarum suntik masuknya lembut ke lengan saya. Saya kira sakit pas disuntik, ternyata tidak terasa sama sekali dan lembut saat jarum masuk ke tubuh saya," ungkapnya saat mengikuti vaksinasi Covid-19 di RS Wangaya, Denpasar, Selasa (9/3/2021).
Setelah disuntik vaksin covid-19, ia pun mencoba mengamati apa perubahan yang terjadi di dalam tubuhnya. Lantas, ia menyimpulkan tidak ada dampak akan sesuatu hal setelah divaksin. Hanya satu yang ia rasakan, yakni terasa lapar dan ingin makan terus.
"Dampaknya hanya lapar, saya pingin makan, dampak lainnnya tidak ada. Saya merasa happy karena sudah divaksin," kata De Gajdah yang juga selaku Ketua Pertina Denpasar dan Ketua DPC Gerindra Denpasar ini.
Selaku tokoh publik, De Gadjah berpesan agar masyarakat tidak takut dan ragu divaksin untuk mencegah penyebaran covid-19.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2419 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1933 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun