Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Buru Cewek Open BO Berinisial S, Warga Geruduk Indekos
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Warga Kahuripan, Kota Tasikmalaya geram karena menemukan indikasi kuat jika sebuah indekos di lingkungan mereka dijadikan tempat operasi pekerja seks komersial (PSK) online.
Dugaan warga terbukti ketika mereka mencoba memancing PSK online yang diduga beroperasi dari indekos itu di sebuah aplikasi kencan.
Dari aplikasi, warga mendapatkan PSK online berinisial S. Setelah menyepakati harga, PSK online berinisial S itu kemudian memberikan lokasinya, yang tak lain adalah sebuah indekos di Jalan BKR, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.
Puluhan warga Kahuripan kemudian menggerebek rumah indekos itu. Ketua RW 06 Kelurahan Kahuripan Dedi Mulyadi mengatakan kedatangan warga ke kosan ini sudah kali ketiganya. Pihaknya mengaku banyak menerima laporan dari warga bahwa di kosan ini ada praktik prostitusi.
"Kami sudah memberikan peringatan kepada penanggung jawab kosan karena pemiliknya tidak ada di sini. Mereka tetap mengelak. Namun, kenyataannya kami terus mendapat laporan warga sekitar," ujar Dedi, Senin (15/3/2021).
Menurutnya, informasi dari warga di kosan tersebut, PSK online di tempat itu beroperasi di siang hari.
"Kami datang siang-siang untuk menangkap basah dan ingin membuktikan. Setelah kami interogasi, mereka tidak mengakui. Kami juga tidak menekan mereka karena tidak ada bukti," ucapnya.
Ia menuturkan, selaku warga merasa bertanggung jawab dengan keamanan lingkungan karen lokasi ini dianggap lokasi yang strategis.
"Ada juga warga yang memancing melalui aplikasi dan kami menindak lanjuti hasil cattingan itu yang muncul harga untuk satu kali kencan," tuturnya.
Sementara itu, Kapolsek Tawang Iptu Nandang Rokhmana mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga bahwa di kosan tersebut dijadikan lokasi prostitusi online.
"Dari laporan masyarakat ada penghuni kamar kos yang merupakan perempuan berinisial S mengajak kencan melalui aplikasi kencan atau media sosial dengan tarif Rp300 ribu hingga Rp500 ribu," ujar Nandang.
Nandang menyebut, saat pihaknya datang ke lokasi kosan yang terdiri dari 7 kamar tidak menemukan perempuan berinisal S tersebut. Namun, ada beberapa orang yang diamankan untuk dimintai keterangan.
"Dari hasil pemeriksaan terhadap ke-3 yang diamankan diketahui jika mereka bukan perempuan berinisial S," tandasnya.
Salah seorang penghuni kos, YN mengaku, dirinya tidak mengetahui dengan apa yang dilakukan tetangganya di kosan.
"Saya baru beberapa hari ngekos. Tanggal 13 Maret masuk kosan. Rp700 ribu per bulan ngekos di sana," ujarnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6040 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2366 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2253 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan