Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Desa Lodtunduh Siapkan Tari Kecak Ramayana untuk Atraksi Wisata
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pemerintah Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, menyiapkan pertunjukan Tari Kecak Ramayana sebagai atraksi wisata reguler di kawasan Desa Wisata Alas Arum Heritage. Pementasan ini ditargetkan menjadi sumber pendapatan baru desa sekaligus membuka ruang pemberdayaan seniman lokal.
Jika evaluasi dan persiapan berjalan lancar, pertunjukan tersebut akan digelar rutin mulai Desember 2026 dengan frekuensi dua kali dalam seminggu.
Perbekel Desa Lodtunduh, I Wayan Gunawan, mengatakan pementasan ini merupakan upaya mengoptimalkan potensi seni budaya warga yang sebelumnya ditampilkan dalam kegiatan HUT desa. Kini, potensi tersebut dikemas secara profesional agar memiliki nilai ekonomi.
"Jika kita bandingkan dengan pementasan Kecak di pusat Ubud yang rutin digelar setiap malam dengan harga tiket tertentu, kita akan menawarkan daya saing yang setara. Oleh karena itu, kami sangat memohon dukungan konkret dari pemegang kebijakan wilayah, baik dinas maupun desa adat, serta kepada para General Manager, pengelola hotel, vila, dan restoran," tegas Gunawan, Sabtu (31/10/2026).
Sebagai tahap awal sebelum diluncurkan secara komersial, Desa Lodtunduh telah menggelar uji coba pementasan pada Minggu (25/10/2026) malam, bertepatan dengan rerahinan Purnama dan Kajeng Kliwon.
Pementasan di kawasan Alas Arum Heritage ini melibatkan sanggar seni lokal yang seluruh anggotanya merupakan krama Desa Lodtunduh. Mengangkat epos Ramayana, puluhan penari pria berkain poleng tampil mengelilingi api obor dengan iringan sahutan "cak... cak... cak...".
Pertunjukan tersebut menampilkan adegan dramatik, mulai dari pengasingan di Hutan Dandaka hingga pertempuran untuk merebut kembali Dewi Shinta.
Direktur BUMDes Lodtunduh, I Dewa Made Sugirta, mengatakan uji coba pementasan digelar untuk menghimpun masukan dari praktisi dan pemangku kepentingan pariwisata.
"Tujuan jangka panjang dari pementasan ini jelas, yakni untuk dikomersialkan guna menunjang dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) Lodtunduh dan BUMDes kita. Masterplan kawasan wisata ini nantinya tidak hanya menawarkan alam, tetapi juga akan dilengkapi fasilitas penunjang yang representatif seperti restoran dan panggung hiburan seni budaya yang terintegrasi," ungkap Sugirta.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6040 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2366 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2253 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan