Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Seorang Pria Bacok Tetangga Pakai Parang Hingga Tewas
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Heri Setiawan bacok tetangga hingga tewas. Aksi pria bacok tetangga menggunakan parang berusia 55 tahun itu gemparkan warga Argopeni.
Peristiwa Heri Setiawan bacok tetangga hingga tewas itu terjadi pada Rabu (17/3/2021) sore kemarin.
Akibat pria bacok tetangga itu menyebabkan satu orang meninggal dunia, dan lima lainnya terluka.
"Betul, kejadian kemarin sore. Korban ada enam, satu meninggal dan lima luka-luka. Untuk pelaku sudah ditangkap di Polres," ungkap Kabaghumas Polres Kebumen, Iptu Tugiman, dikutip dari Solopos.com -Jaringan Suara.com, Kamis (18/3/2020).
Menurut Ketua RT setempat, Hasan Hidayat, peristiwa horor itu bermula ketika Heri Setiawan pulang dari memanen padi di sawah. Entah karena apa, tiba-tiba pria itu mengamuk dan membacok tetangganya yang sedang menjemur padi.
"Masalahnya apa kami tidak tahu, setahu kami tidak ada masalah apa-apa. Tiba-tiba membacok para korban," kata Hasan di rumah duka.
Hasan menjelaskan para korban mengalami luka di bagian kepala, bahu, tangan, dan muka. Satu orang meninggal di lokasi atas nama Halimah, 70, sedangkan korban lain dilarikan ke rumah sakit.
"Yang meninggal ibu Halimah, terus yang masih di rumah sakit ada tiga dan yang dua sudah pulang," lanjutnya.
Hingga saat ini, kasus tersebut masih ditangani Polres Kebumen. Sementara korban meninggal dimakamkan pagi tadi di pemakaman desa setempat.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan