Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pandemi, Penjualan Produk Industri Rumahan di Kelurahan Kapal Diarahkan ke Online
BERITABALI.COM, BADUNG.
Sejak pandemi merebak dan menyebabkan beberapa sektor usaha kecil maupun menengah ikut terdampak, akhirnya berimbas pada penjualan produk menjadi turun drastis.
Dalam kondisi tersebut tentu dibutuhkan strategi penjualan lebih kreatif lagi agar produk ditawarkan benar-benar mampu diserap pasar walaupun dalam kondisi ekonomi seperti saat ini.
Lurah Kapal, I Nyoman Sudiarta menyampaikan, sejak pandemi melanda penjualan produk pelaku usaha industri rumahan atau home industry di Kelurahan Kapal khususnya mengalami penurunan drastis.
Melihat kondisi tersebut akhirnya penjualan produk secara konvensional diarahkan ke penjualan secara online. Dengan melakukan penjualan secara online di tengah menurunnya minat konsumen berbelanja secara langsung, sedikit tidaknya mampu menyerap pasar dibanding melakukan penjualan secara langsung.
"Jika dilihat dari 3.000 jumlah KK di Kelurahan Kapal kurang lebih 1.000 orang warga bergerak di home industry. Dengan beragam usaha mulai, usaha janur, cetak beton, Bale Badung, Bale saka dan lain-lain yang masih sebagian besar saat itu melakukan penjualan secara langsung," jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (23/3) pagi .
Dari jumlah pelaku home industry tersebut rata-rata mengalami keterpurukan terdampak pandemi. Melihat kondisi tersebut akhirnya diarahkan agar sebagian besar pelaku home industry mengalihkan sistem penjualan secara langsung ke online.
"Dalam situasi Covid-19 menyebabkan penjualan produk menurun maka dari itu, pelaku usaha mikro di Kelurahan Kapal akhirnya disarankan agar melakukan penjualan secara online. Sehingga, pelaku usaha mampu menjankan usaha dengan baik serta konsumen dapat membeli atau memesan tanpa harus datang langsung ke Desa Kapal jadi lebih praktis," paparnya.
Dengan penjualan secara online tentu ada keuntungan diperoleh, diantaranya, produk secara keseluruhan bisa dipajang (diperkenalkan), harga dapat ditentukan serta pembayaran dilakukan cukup transfer ke rekening yang bersangkutan. Otomatis pembeli dan penjual tidak melakukan tatap muka lagi.
"Sebelum Covid-19 para pembeli datang langsung membeli barang dan pembayaran pun dilakukan secara langsung di tempat.Akan tetapi, saat ini hal tersebut tidak perlu dilakukan dan langkah tersebut tentu mampu mengurangi intensitas bertemu langsung, apalagi di tengah merebaknya Virus Covid-19 seperti saat ini," paparnya.
Dari pantauan, penjualan secara online telah berjalan dengan baik serta mendapat respon positif di tengah-tengah masyarakat. Maka dari itu, Sudiarta menyarankan, agar pelaku usaha lain terutama yang belum memasarkan produk secara online agar sesegera melakukannya karena akan memberi dampak positif mulai produk ditawarkan akan lebih banyak diketahui serta jangkauan pasar bisa lebih luas dijangkau.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5937 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4653 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2622 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2279 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan