Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Empat Siswi SMA di Karangasem Bawa Aplikasi AI Tanara-Tanam ke Final Nasional
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Empat siswi SMA Negeri 1 mengembangkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bernama Tanara-Tanam.
Inovasi yang dirancang untuk membantu petani mengenali kondisi tanah dan memperoleh rekomendasi perawatan tanaman ini berhasil mengantarkan tim mereka ke final Pekan Ilmuwan Muda Nasional (PIMNAS) 6 di Jakarta.
Tim tersebut diketuai Ni Putu Alisa Yadnyani dari kelas XI.2, dengan anggota Ni Luh Putu Ika Darmayanti (XI.7), Desak Agung Putri Sucita Darmayanthi (X.1), dan Desak Agung Laksmi Wulandari (XI.3).
Gagasan pengembangan aplikasi Tanara-Tanam berangkat dari persoalan yang kerap dihadapi petani, yakni kegagalan panen akibat kondisi tanah yang kurang sesuai dengan tanaman yang dibudidayakan. Ketidaksesuaian tersebut dapat menghambat pertumbuhan tanaman sehingga hasil panen tidak maksimal.
Ketua tim, Ni Putu Alisa Yadnyani, Selasa (27/10/2026), mengungkapkan bahwa aplikasi yang mereka kembangkan dirancang untuk membantu petani mengenali kondisi tanah sebelum memulai penanaman. Dengan memanfaatkan teknologi AI, aplikasi ini diharapkan mampu memberikan analisis kondisi tanah, rekomendasi penanganan, hingga pilihan jenis tanaman yang sesuai dengan karakteristik lahan.
“Kami ingin membuat inovasi yang bisa membantu petani mengetahui kondisi tanahnya sebelum mulai menanam. Dengan memanfaatkan teknologi AI, aplikasi ini diharapkan dapat membantu menganalisis kondisi tanah, memberikan rekomendasi penanganan, serta menentukan jenis tanaman yang cocok ditanam di lahan tersebut,” kata Alisa.
Menurutnya, gagasan tersebut muncul dari keinginan untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dalam menjawab persoalan nyata di sektor pertanian. Mereka berharap aplikasi tersebut nantinya dapat menjadi salah satu alat bantu bagi petani dalam mengambil keputusan sebelum melakukan budi daya.
Namun, mengembangkan aplikasi berbasis AI bukan perkara mudah bagi para pelajar. Selama proses pengerjaan, mereka menghadapi sejumlah kendala, terutama saat menyesuaikan fitur aplikasi dengan kondisi tanah yang beragam. Aplikasi yang dikembangkan juga beberapa kali mengalami eror sehingga membutuhkan perbaikan.
Alisa mengakui, aplikasi tersebut masih berupa prototipe dan perlu terus disempurnakan agar fungsi analisis serta rekomendasi yang dihasilkan semakin optimal.
“Dalam prosesnya, kami masih banyak belajar karena aplikasi ini masih berupa prototipe. Ada beberapa fitur yang perlu kami sesuaikan dan sempurnakan. Namun, kendala tersebut menjadi pengalaman bagi kami untuk terus mengembangkan aplikasi ini agar nantinya bisa lebih bermanfaat,” katanya.
Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, keempat siswi tersebut tetap berupaya menyempurnakan karya mereka. Keikutsertaan dalam Pekan Ilmuwan Muda Nasional menjadi kesempatan untuk menguji gagasan sekaligus mendapatkan masukan bagi pengembangan aplikasi ke depan.
Di balik langkah menuju kompetisi tingkat nasional, terdapat perjuangan untuk memenuhi kebutuhan keberangkatan. Dengan bekal yang terbatas, dukungan sekolah dan orang tua menjadi bagian penting agar mereka dapat mengikuti ajang tersebut.
Pihak sekolah memberikan dukungan pendanaan, termasuk menanggung sebagian biaya tiket perjalanan dan uang saku. Sekolah juga membantu menyubsidi biaya pendaftaran yang mencakup fasilitas kegiatan bagi peserta.
Setelah mendapat subsidi, biaya pendaftaran yang harus ditanggung sekitar Rp740 ribu per orang. Sementara itu, tiket perjalanan diperkirakan mencapai Rp1,3 juta per orang. Sejumlah kebutuhan lainnya dipersiapkan bersama orang tua. Keempat siswi tersebut dijadwalkan mengikuti kegiatan pada 13–16 November 2026.
Alisa berharap, kesempatan tampil di tingkat nasional dapat menjadi pengalaman berharga bagi timnya, sekaligus membuka peluang untuk menyempurnakan inovasi yang telah mereka rintis.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan