Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 4 Mei 2026
Jelang Penampahan Galungan, Hindari Pemanasan Olahan Daging Babi Berulang-Ulang
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Masyarakat Bali diingatkan untuk tidak memanaskan berulang-ulang dalam minyak panas olahan daging babi yang dibuat.
Mengingat selama ini masyarakat Bali saat penampahan Galungan cenderung membuat olahan makanan berbahan daging babi dalam jumlah banyak untuk memenuhi kebutuhan konsumsi beberapa hari kedepan. Upaya pemanasan secara berulang-ulang umum dilakukan agar tidak basi, namun langkah ini justru berdampak buruk bagi kesehatan.
“Kalau dari segi kesehatan, pemanasan yang berulang dalam minyak panas dari daging babi akan menyebabkan peningkatan kolesterol. Karena minyak yang dipanaskan berulang akan menyebabkan terbentuknya akrolein yang membayakan kesehatan,” kata Ketua Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa, Dr. Ni Made Ayu Suardani Singapurwa, S.Tp., M.Si saat ditemui di Denpasar pada Senin (12/4).
Menurutnya, pemanasan juga sebaiknya dilakukan maksimal 2 kali. Makin tinggi suhu pemanasan makin cepat minyak rusak, sehingga produk yg digoreng jg akan mengalami penurunan kualitas dan mempengaruhi kesehatan.
“Minyak yang digunakan berulang kali dapat meningkatkan kolesterol dalam darah sampai 250 mg/dL. Tetapi tekanan darah yang meningkat lebih dipengaruhi oleh konsumsi daging hewani yang berlebihan, terutama dalam jangka panjang sampai 20 tahun” jelas wanita kelahiran Tabanan, 12 Juni 1970.
Ia menjelaskan bahwa pemanasan minyak berulang dapat menyebabkan rusaknya asam lemak tak jenuh, dengan tanda perubahan warna, kenaikan kekentalan, perubahan kandungan asam lemak bebas dan kenaikan bilangan peroksida. Minyak goreng yang digunakan berulang juga berpotensi menghasilkan asam lemak trans yang dapat memicu diabetes dan jantung koroner.
Asam lemak trans merupakan bentuk lemak tak jenuh yang terdapat pada produk hewani.
Ayu Suardani merekomendasikan jika olahan makanan berbahan daging babi dalam jumlah banyak sebaiknya disimpan dalam freezer, baik yang belum diolah ataupun setengah olahan seperti dalam bentuk bakso, urutan, produk setengah matang, dan lain-lain.
Daging akan tahan sampai 3- 6 bulan bahkan sampai 1 tahun jika kondisi freezer bagus dan suhu stabil. Jika telah keluar dari freezer harus segera diolah dan hindari memasukkan lagi ke freezer.
“Jika diolah dicampur dengan sayur, tergantung jenis sayurnya, kalau diisi sayur nangka, boleh disimpan di freezer. Jika lawar, sebaiknya dipisahkan tiap adonanya, baru disimpan di freezer. Artinya jgn dicampur dulu menjadi lawar. Daging, sayur, bumbu, dan lain-lain dipisahkan, lalu dimasukkan ke freezer,” jelasnya.
Ayu Suardani menambahkan untuk meningkatkan masa simpan dan cita rasa daging babi, maka dapat disimpan dengan mencampurkan bumbu. Hal ini akan meningkatkan cita rasa dan aroma, serta bumbu dapat memperpanjang masa simpan, karena bumbu mengandung senyawa bioaktif dan senyawa antimikroba yang dapat menghambat kerusakan pangan.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 334 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 333 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 312 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang